2014 Brasil FIFA World Cup Venues: Estádio Beira-Rio

Gelaran Piala Dunia yang akan dihelat di Brasil masih satu tahun lebih lagi. Kota-kota penyelenggara sudah mulai bersolek diri mempersiapkan penyambutan tiga puluh dua peserta. Salah satunya persiapan dari segi infrastruktur, stadion. Ada dua belas kota penyelenggara yang sudah ditunjuk, membentang dari selatan ke utara Brasil. Artikel kali ini akan dibagi menjadi beberapa seri yang akan mengajak kita untuk berkenalan dengan kedua belas venue di 2014 Brasil FIFA World Cup tahun depan. Seri pertama ini akan dimulai dari sisi selatan Brasil dan seri terakhir akan berujung di sisi utara Brasil.

Kota penyelenggara pertama adalah PORTO ALEGRE. Tersebutlah para pelaut-pelaut dari kepulauan Azores Portugal yang telah berjasa mendirikan kota Porto Alegre pada tahun 1772. Porto Alegre merupakan kota nomor sepuluh terpadat di Brazil. Ibukotanya, Rio Grande do Sul, merupakan tujuan para imigran dari Portugal, Italia, Jerman, dan Polandia serta negara-negara Eropa lainnya. Dengan luas wilayah 497 kilometer persegi yang ditumbuhi lebih dari satu juta pohon menjadikan Porto Alegre salah satu kota terhijau di Brazil.

Sepakbola di Porto Alegre sangat identik dengan dua klub besar disana: Grêmio Foot-Ball Porto Alegrense dan Sport Club Internacional. Jika Grêmio adalah awal karir dari Ronaldo de Assis Moreira a.k.a. Ronaldinho Gaúcho dan Émerson Ferreira da Rosa, maka Internacional adalah awal perjalanan karir Cláudio André Mergen Taffarel dan Alexandre Rodrigues da Silva alias Pato.  Soal gelar, Grêmio dan Internacional memiliki sejumlah gelar nasional dan internasional. Gremio punya koleksi dua trofi Campeonato Brasileiro (1981 dan 1996), empat trofi Copa do Brasil (1989, 1994, 1997, dan 2001), dua trofi Copa Libertadores (1983 dan 1995) dan satu trofi Piala Toyota (1983). Sementara lemari trofi Internacional berisikan antara lain tiga trofi Campeonato Brasileiro (1975, 1976 dan 1979), satu trofi Copa do Brasil ( 1992), dua trofi Libertadores (2006 dan 2010), satu trofi FIFA Club World Cup (2006), dan satu trofi Copa Sudamericana (2008).

Grêmio, yang akan berumur seratus sepuluh tahun pada September 2013, pada awalnya bermarkas di Estádio Olímpico Monumental. Pertandingan melawan Nacional dari Uruguay pada 19 September 1954 menjadi pembukaan resmi stadion dengan kapasitas tiga puluh delapan ribu penonton ini. Salah satu kenangan manis Grêmio disini adalah saat mengalahkan Peñarol, iya betul mantan klubnya Syamsir Alam,  dalam final Copa Libertadores tahun 1983. Stadion ini termasuk golongan multi fungsi. Tercatat beberapa musisi beken pernah manggung disini, diantaranya Lenny Kravitz, Eric Clapton, Rod Stewart, Sting, sampai Madonna. Penampilan Madonna pada 9 Desember 2012 menjadi event terakhir yang diselenggarakan di stadion ini. Sehari sebelumnya di sudut lain kota Porto Alegre berlangsung friendly match antara Grêmio melawan Hamburg di Arena do Grêmio yang dimenangkan tuan rumah dengan skor 2-1. Pertandingan ini sekaligus meresmikan Arena do Grêmio sebagai rumah baru Grêmio menggantikan Estádio Olímpico Monumental yang dinilai sudah tidak layak dikarenakan umur bangunan yang sudah tua, biaya perawatan yang mahal, kurangnya lahan parkir, lokasi yang berada di daerah pemukiman penduduk, serta standar kenyamanan, keamanan, dan pelayanan yang rendah. Kemenangan 3-2 Ronaldo’s XI melawan Zidane’s XI di pertandingan amal Match Against Poverty pada 19 Desember 2012 pun digelar di stadion baru ini. Arena do Grêmio menghelat pertandingan resmi pertamanya pada tanggal 30 Januari 2013 ketika Grêmio menang adu penalti dalam pertandingan Copa Libertadores melawan LDU Quito, setelah masing-masing tuan rumah menang 1-0. Tapi, bukan Arena do Grêmio yang mewakili kota Porto Alegre sebagai stadion penyelenggara FIFA World Cup 2014, melainkan stadion kepunyaan Internacional: Estádio José Pinheiro Borda yang lebih dikenal dengan nama Estádio Beira-Rio.

Bernasib yang sama dengan Arena do Grêmio yang merupakan stadion pengganti bagi Grêmio, Estádio José Pinheiro Borda merupakan stadion pengganti kandang Internacional sebelumnya: Estádio dos Eucaliptos. Dengan pertimbangan kapasitas stadion yang sedikit, maka dimulailah pembangunan stadion baru di tepi sungai Guaiba hasil dari sumbangan pemerintah kota. Dikarenakan letaknya yang berada di tepi Sungai Guaiba inilah Estádio Beira-Rio juga dikenal dengan nama Riverside Stadium. Pembangunan Estádio Beira-Rio dimulai pada akhir 1959. Kabarnya, dengan minimnya dana Internacional pada saat itu, maka pembangunan juga bergantung pada kemurahan hati para fans yang memberikan bantuan berupa semen, batu bata, besi sampai tenaga. Bahkan, katanya sampai ada sebuah program radio yang khusus untuk memobilisasi pendukung untuk turut andil dalam pembangunan stadion ini. Akibatnya, pembangunan berjalan sangat lambat dan butuh waktu satu dekade untuk menyelesaikannya. Akhirnya Beira-Rio diresmikan pada hari Minggu 6 April 1969, tepat dua hari dan 60 tahun setelah berdirinya Inter. Peresmian dimeriahkan dengan kemenangan Internacional melawan Benfica dengan skor 2-1. Dinamakan Estádio José Pinheiro Borda guna menghormati jasa seorang insinyur asal Portugal yang turut mengawasi pembangunan stadion namun meninggal sebelum rampung pembangunannya. Merupakan stadion terbesar di wilayah selatan Brasil, stadion ini pun dijuluki O Gigante.

Estádio Beira-Rio - sumber: international.com.br

Estádio Beira-Rio – sumber: international.com.br

Estádio Beira-Rio - sumber: international.com.br

Estádio Beira-Rio – sumber: international.com.br

Setelah terpilih menjadi salah satu venue penyelenggaraan Piala Dunia 2014, segera berbagai perbaikan bangunan dan renovasi dilaksanakan guna memenuhi standar internasional. Renovasi stadion ini telah dimulai sejak Desember 2012 dan diharapkan segera rampung di akhir tahun 2013, namun sempat terdengar kabar terkait isu pendanaan.  Proyek renovasi ini menitikberatkan pada pembangunan eksterior dan pemasangan atap metal inovatif . Stadion berkapasitas lima puluh enam ribu tempat duduk ini memiliki berbagai fasilitas seperti toko, bar, pusat kebugaran, lapangan tenis dan kolam renang. Selama Piala Dunia 2014, Estádio Beira-Rio akan menjadi tuan rumah lima pertandingan. (soe)

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: