Turnamen Penanda Akil Baligh

Selain berkebangsaan Argentina, apalagi yang identik dari Javier Saviola, Lionel Messi, dan Sergio Agüero? Awal karir mereka di Argentina. Ya betul, walaupun awal karir Messi di Newell’s Old Boys cuma dihitung karir junior bukan senior. Ayo……. apalagi? Mereka pernah bermain di La Liga Spanyol. Oke… bisa diterima. Kedua kesamaan tadi belum spesifik dan sesuai dengan tema tulisan kali ini. Baiklah, kesamaan mereka bertiga adalah bahwa ketiganya adalah peraih Golden Ball dan Golden Shoe dalam satu penyelenggaraan yang berasal dari Argentina di turnamen Piala Dunia U-20 yang tahun penyelenggaraannya di atas tahun 2000. Javier Saviola di tahun 2001, Lionel Messi di tahun 2005, dan Sergio Agüero di tahun 2007.

Apakah paragraf pertama terasa sangat basa-basi sekali? Setelah saya baca kembali: IYA. Padahal maksudnya untuk mengantarkan pernyataan bahwa Piala Dunia U-20 yang digagas FIFA ini semacam pre school buat pemain-pemain junior naik jenjang ke kelas senior. Bila diperhatikan lebih seksama sebagai peraih Golden Shoe, maka dibawah nama Javier Saviola akan ditemukan nama seorang Adriano yang doyan party di urutan kedua dan si nyentrik Djibril Cissé di posisi ketiga pada saat penyelenggaraan turnamen ini di Argentina pada tahun 2001. Lain lagi, ketika dihelat di Belanda pada tahun 2005 saat Lionel Messi mendapat Golden Ball, maka pada saat yang sama Fernando Llorente kebagian Bronze Ball. Saat Sergio Agüero jadi topskor di Canada 2007, tepat dibawahnya ada Adrián López yang mendapat Silver Ball. Turnamen ini terasa bagaikan ujian akhir bagi pemain-pemain muda menuju kematangan di tim senior. Mungkin dengan alasan sebagai puncaknya dari pembinaan pemain muda, sehingga FIFA menyelenggarakannya dua tahun sekali.

Apakah benar bahwa turnamen ini adalah penanda “akil baligh” karir seorang pesepakbola dari tingkatan junior menuju tingkatan senior? Bila diterawang dari segi nama turnamen dan acuannya adalah sebelum digelarnya turnamen ini pada tahun 2007, maka jawabannya iya. Karena sampai dengan penyelenggaraan pada saat Lionel Messi meraih Golden Ball dan Golden Shoe, nama turnamen ini masih FIFA World Youth Championship. Setingkat di bawah Piala Dunia. Nama turnamen diubah menjadi FIFA U-20 World Cup pada penyelenggaraan di Canada tahun 2007. Siapa saja para pemain yang mengalami “akil baligh” karir di turnamen ini? Marilah dibagi menjadi dua kategori untuk menggolongkan pemain-pemain tersebut. Kategori pertama: pemain yang termasuk tiga pemain terbaik turnamen dan kedua: pemain yang termasuk tiga pencetak gol terbanyak turnamen.

1987 FIFA World Youth Championship_fifa.com

Robert Prosinečki (tengah) sumber: fifa.com

Sebagai contoh di kategori pertama ada nama Robert Prosinečki, anak 90-an pasti tau kan🙂 Dia adalah pemain terbaik turnamen pada tahun 1987 di Chile. Seusai turnamen, Prosinečki ditransfer Red Star Belgrade dari Dinamo Zagreb setelah belajar selama 6 tahun di tim yunior Dinamo Zagreb sejak umur sebelas tahun dan setahun di tim senior. Pada masa itu Red Star Belgrade adalah tim besar di Eropa. Kehadirannya selama tahun 1987 sampai dengan 1991 turut mendatangkan tiga gelar juara Liga Primer Yugoslavia, satu gelar Marshal Tito Cup, satu gelar  Piala Champion (sekarang: Liga Champion) dan satu gelar Piala Toyota (sekarang: Piala Dunia Antar klub). Dalam perjalanan Red Star meraih Piala Champion, disana ada empat gol Prosinečki: dua penalti saat melawan Grasshopper, satu gol saat menggilas Glasgow Rangers 3-0, dan satu gol saat menggulung Dynamo Dresden di quarter-finals. Satu gol Prosinečki yang turut memastikan Piala Champion mendarat di tanah Yugoslavia dan menebalkan semangat Siniša Mihajlović menjadi penendang keempat penalti adalah saat ia menjadi penendang pertama pada adu penalti di final melawan Olympique Marseille, dimana penendang pertama Marseille gagal. Prosinečki yang merupakan pemain tengah hanya kalah dua gol dari seorang striker bernama Jean-Pierre Papin yang agak terobati kekalahannya di final dengan menjadi topskor turnamen karena enam golnya. Keberhasilan sebagai jawara Eropa mempertemukan  Red Star dengan jawara Amerika Selatan saat itu, Colo Colo, di Piala Toyota. Prosinečki turut andil dalam kemenangan 3-0 ini, dimana pada saat itu Red Star unggul 1-0 sampai menit ke-41 ketika  Dejan Savićević diusir wasit pada menit ke-42. Mungkin satu-satunya kesedihan Prosinečki hanya saat Red Star ditundukkan jawara Piala UEFA saat itu dalam perebutan Piala Super Eropa. Di pertandingan tersebut anak asuh Alex Ferguson melesakkan satu gol, sementara Red Star tak mampu melewati garis gawang Peter Schmeichel yang disokong bek sekaliber Denis Irwin, Gary Pallister, dan Steve Bruce sebagai kapten. Sebagai pemain cadangan yang masuk menggantikan Lee Martin, betapa masih sangat unyu-nya Ryan Giggs saat itu🙂 Pemain lain di kategori ini antara lain Diego Maradona, Zvonimir Boban, Giovanni Élber, Marcelo Zalayeta, Andrés D’Alessandro, Daniel Alves, John Obi Mikel, dan Giovani dos Santos.

Di kategori kedua ada nama Adriano Leite Ribeiro yang mencetak enam gol di tahun 2001 ketika turnamen diselenggarakan di Argentina. Sejak saat itu, Adriano adalah properti hangat dari Brasil. Meninggalkan Flamengo menuju Internazionale adalah pilihan karirnya. Sempat dipinjamkan ke Fiorentina, karir Adriano memuncak saat dua musim membela Parma berduet bersama Adrian Mutu di lini depan. Dari tahun penyelenggaraan yang sama, Javier Saviola segera ditransfer Barcelona dari River Plate setelah meraih Golden Ball di turnamen ini. Dengan skill mumpuni dan dilabeli prospek fenomenal saat itu, tak menjauhkan Saviola dari nasib yang kurang baik. Selama membela Barcelona dalam kurun waktu 2001 hingga 2007, di tahun keempat kebersamaan ia dipinjamkan ke runner-up Liga Champion saat itu: Monaco. Setahun di Monaco, Saviola kembali dipinjamkan ke Sevilla selama satu musim sebelum akhirnya ia disodori kontrak bermain di Real Madrid. Prospek selanjutnya adalah Lionel Messi. Ah… beliau sudah banyak dibahas dimana-mana, bila masih penasaran dengan rekam jejak karir La Pulga sampai saat ini silahkan Anda cari sendiri. Yang pasti imbas dari penampilan Messi di Belanda tahun 2005 adalah naik pangkatnya ia ke tim senior Barcelona setelah satu musim di Barcelona B dan di Barcelona C di musim sebelumnya lagi. Dominic Adiyiah adalah peraih Golden Ball tahun 2009 saat turnamen dihelat di Mesir dengan delapan golnya. AC Milan terpincut untuk segera mendatangkan bakat alami Ghana yang dipoles di akademi Feyenoord sejak umur 10 tahun ini. Mengalami nasib serupa dengan Saviola, semenjak dibeli AC Milan tak sekali pun Adiyiah bermain untuk tim yang berbasis di kota mode Italia ini. Terhitung empat klub jadi pelabuhannya di masa  peminjaman, dari Reggina sampai akhirnya dibeli Arsenal Kyiv setelah menjalani empat pertandingan di masa peminjaman. Nama lain yang bersinar di kategori ini antara lain: Oleg Salengko, Matthias Sammer, Davor Šuker, Sonny Anderson, David Trezeguet, dan Nuno Gomes. Dan produk paling anyar adalah Oscar dos Santos Emboaba Júnior, sebagai penyelamat Brazil di final 2011 melawan Portugal dengan gol di menit ke-111 pelengkap hattrick-nya malam itu, berhasil menggoda Chelsea mendatangkan bakat Brasil ini di musim panas 2012 dari Internacional.

2013 FIFA U-20 World Cup Logo_en.wikipedia.org

2013 FIFA U-20 World Cup Logo sumber: en.wikipedia.org

Sampai dengan perhelatan terakhir di Kolombia pada tahun 2011, terhitung sudah delapan belas kali Piala Dunia U-20 diselenggarakan yang diawali di Tunisia pada tahun 1977. Sebaran gelar terbagi kepada Argentina sebanyak enam gelar juara, Brazil lima, Portugal dua, dan Uni Soviet, Yugoslavia, Jerman, Spanyol dan Ghana masing-masing satu gelar. Dua negara anggota konfederasi Asia (AFC) yang pernah menjadi finalis di turnamen ini adalah Qatar di tahun 1981 dan Jepang di tahun 1999. Sedangkan negara-negara anggota konfederasi Oceania (OCF) belum pernah menjadi finalis di kejuaraan ini, namun Australia adalah peringkat keempat di tahun 1991 dan 1993. Edisi ke sembilan belas Piala Dunia U-20 akan digelar tahun ini di Turki dari tanggal 21 Juni hinggal 13 Juli. Selagi menunggu dimulainya perhelatan dimulai, segera menyusul artikel yang akan membahas kota-kota di Turki yang telah ditunjuk sebagai venue pertandingan. (soe)

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: