2014 Brasil FIFA World Cup Venues: Arena da Baixada

2014 Curitiba Poster_fifa.com

FIFA WC 2014 Curitiba Poster – sumber: fifa.com

Masih ingatkah Anda dengan Ricardo Zonta? Apa mungkin baru pertama kali ini mendengar namanya. Dia adalah pembalap Formula One di awal tahun 2000-an. Namun, bila Anda rajin melihat klasemen pembalap setelah balapan, dimana Michael Schumacher dan Mika Häkkinen yang pada masa itu sering bergantian menjadi juara, harusnya nama beliau pernah terbaca. Baiklah, mungkin salah beliau juga berlaga dengan tim yang kurang kompetitif pada waktu itu, dan juga hanya pembalap kedua dibelakang Jacques Villeneuve. Bagaimana dengan Alexsandro de Souza? Dia kan Pato. Salah. Pato itu Alexandre Rodrigues da Silva. Belum baca artikel sebelumnya ya? Alexsandro de Souza lebih dikenal dengan nama Alex. Hanya dua klub di luar tanah kelahiran yang pernah dibela: Parma dan Fenerbahçe. Di Fenerbahçe Alex meraih berbagai popularitas antara lain, Footballer of the Year di Turki sebanyak dua kali: 2005 dan 2010, dua kali top skor di Süper Lig di musim 2006/07 dan 2010/11, serta jangan lupa, enam assist-nya menjadikan ia assists leader di gelaran UEFA Champions League dimana Manchester United terakhir menjadi jawara di tanah Rusia. Bila dua nama di atas belum familiar di telinga Anda, kenalkah Anda dengan Adriano Correia Claro? Ya, betul. Kali ini Anda tidak terkecoh dengan nama depan yang sama, tapi yang doyan party. Adriano yang ini adalah bek Barcelona. Ia memiliki semua medali juara di kompetisi domestik Spanyol, dan hanya medali juara UEFA Europa League yang belum dimiliki di kompetisi antar klub Eropa. Ketiga olahragawan di atas adalah para pemuda kelahiran Curitiba, Brasil, dimana stadion Arena da Baixada berlokasi.

Curitiba adalah ibu kota dari Paraná. Perekonomian di kota yang dianggap sebagai lokasi terbaik bagi para investor di Brasil ini ditopang oleh sektor industri, perdagangan, dan jasa. Dimana Curitiba merupakan produsen mobil terbesar kedua di Brasil. Curitiba termasuk dalam sepuluh kota terpadat di Brasil. Hampir sama dengan Porto Alegre, Curitiba pun mengalami gelombang imigran pertama dari Eropa pada tahun 1850-an yang berasal dari Polandia, Italia, Ukraina, dan Jerman serta turut memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi dan budaya kota. Gelombang imigran kedua berasal dari Jepang, yang mulai menetap sejak tahun 1915. Salah seorang sangat terkenal yang berasal dari keturunan Jepang adalah Cássio Taniguchi, ia adalah walikota selama dua periode: 1997-2000 dan 2001-2004. Pada saat ini, hanya sejumlah kecil imigran dari Timur Tengah dan negara-negara Amerika Latin lainnya.

Kota tempat implementasi pertama sistem BRT (Bus Rapid Transit) yang mengilhami Transjakarta ini memiliki beberapa tim sepak bola. Diantaranya: Paraná Clube yang bermukim di Estádio Vila Capanema (di Piala Dunia 1950 dikenal dengan nama stadion Britto de Durival e Silva), Coritiba Foot Ball Club yang bermarkas di Estádio Mayor Antônio Couto Pereira, dan Clube Atlético Paranaense di Arena da Baixada. Penghuni Arena da Baixada adalah jawara Campeonato Brasileiro Série A tahun 2001, sedangkan Coritiba memperolehnya lebih awal yaitu pada tahun 1985. Saat ini keduanya bermain di kasta teratas kompetisi sepakbola Brasil, sedangkan Paraná Clube bermain di divisi kedua.

Arena da Baixada 03_skyscrapercity.com

Arena da Baixada – sumber: skyscrapercity.com

Clube Atlético Paranaense yang berdiri pada tahun 1924 ini adalah hasil merger dua klub lokal: Internacional Futebol Clube dan América Foot-Ball Club. Internacional Futebol Clube bermarkas di stadion Estádio Joaquim Américo Guimarães, cikal bakal Arena da Baixada. Peresmian Estádio Joaquim Américo Guimarães pada tahun 1914 dibuka dengan pertandingan tuan rumah melawan Flamengo yang terlalu amat sangat serius, dimana tuan rumah yang harusnya bersuka cita malah digilas 1-7. Sempat ditutup pada tahun 1970-an dan beroperasi beberapa tahun setelah dibuka kembali pada tahun 1984, stadion dirobohkan pada tahun 1997 guna persiapan pembangunan kembali stadion baru di lahan yang sama.

Arena da Baixada 01_skyscrapercity.com

Arena da Baixada – sumber: skyscrapercity.com

Kemenangan 2-1 Atlético Paranaense melawan Cerro Porteño dari Paraguay pada 24 Juni 1999 menandai diresmikannya stadion baru yang sejak saat itu dikenal dengan nama Arena da Baixada. Saat itu kapasitas stadion yang tergolong salah satu stadion modern di Brasil ini adalah 32.864 tempat duduk. Berbicara soal naming rights stadion, Arena da Baixada satu langkah didepan City of Manchester Stadium. Adalah Kyocera, perusahaan asal Jepang, yang membuat Arena da Baixada berubah nama menjadi Kyocera Arena pada tahun 2005. Namun kontrak dengan Kyocera tak selama yang dimiliki City of Manchester Stadium dengan Etihad, pada 2008 nama stadion kembali lagi seperti sebelumnya.

Arena da Baixada 02_skyscrapercity.com

Arena da Baixada – sumber: skyscrapercity.com

Setelah Britto de Durival e Silva membawa nama Curitiba menjadi salah satu host city di Piala Dunia 1950, pada kali kedua Brasil sebagai tuan rumah di Piala Dunia 2014 nanti Curitiba terpilih kembali namun kali ini dengan Arena da Baixada sebagai venue-nya. Setelah ditunjuk FIFA, berbagai renovasi kembali dilakukan di Arena da Baixada guna memenuhi standar FIFA. Semua fasilitas diperbaiki, lebih tepatnya direnovasi, termasuk penambahan jumlah kapasitas menjadi 41.456 tempat duduk.

Arena da Baixada 04_skyscrapercity.com

Arena da Baixada – sumber: skyscrapercity.com

Semoga stadion terisi penuh pada saat empat pertandingan grup digelar di Arena da Baixada sebagaimana Britto de Durival e Silva yang saat itu hanya kebagian jatah satu pertandingan saja, namun hanya menyisakan 400-an tempat duduk dari kapasitas 10.000 tempat duduk pada saat itu. Publik Brasil pun tentu sangat menginginkan prestasi yang serupa saat mereka menjadi tuan rumah pertama kali, namun kali ini bukan hanya sebagai finalis, tapi juara. Dan penonton pun berharap kejadian di tahun 1950 ketika India menarik diri dari kompetisi karena hanya mau bermain jika bertelanjang kaki tidak terjadi lagi. (soe)

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: