Archive for the month “April, 2013”

Barcelona 2011/12 Home Jersey

FCB_01_FWT

FCB_06_FWT

FCB_12_FWT

FCB_07_FWT

FCB_09_FWT

FCB_14_FWT

FCB_18_FWT

FCB_16_FWT

FCB_13_FWT

Football Club Futbol Club Barcelona
Season 2011/12
Jersey Home
Manufacturer Nike
Size XXL
Dimension P: 82 cm ; L: 65 cm
Condition Brand New With Tags in Nike plastic bag
Price Rp.601.000
Shipping Bebas biaya kirim ke wilayah Indonesia, dengan JNE Regular
Contact SMS: 0878 8200 0485 | BBM: 7FC3BBD1@footiczs
Advertisements

2013 Turkey FIFA U-20 World Cup Cities: Trabzon

Sebut nama Trabzon di hadapan seorang penggemar sepakbola. Tak perlu sampai belajar membaca pikiran, Anda tahu kata pertama yang terlintas di kepalanya adalah Trabzonspor. Belum yakin? Cobalah. Trabzonspor adalah salah satu kekuatan sepakbola di Turki selain trio dari Istanbul: Galatasaray, Fenerbahçe, dan Beşiktaş.

Klub yang bermarkas di Hüseyin Avni Aker Stadium ini akan menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20 yang digelar mulai dari 21 Juni hingga 13 Juli. Stadion ini akan menggelar enam pertandingan, dengan rincian: empat pertandingan pada babak grup, satu pertandingan saat enam belas besar, dan satu pertandingan lagi saat semifinal.

Hüseyin Avni Aker-forumtayfa.net

Avni Aker – sumber: forumtayfa.net

Nama stadion yang berlokasi di daerah yang pada masa lampau merupakan salah satu jalur sutra ini merujuk pada nama seseorang yang konon ceritanya adalah guru pendidikan jasmani pertama di kota Trabzon. Stadion yang pada awal berdirinya di tahun 1951 hanya berkapasitas 2.500 tempat duduk, kini telah menambah daya tampung sekitar 25.000 tempat duduk setelah renovasi terakhir di tahun 2010.

Dengan kondisi geografis yang didominasi dataran tinggi dan bukit, kota Trabzon adalah salah satu daerah utama penghasil hazelnut, cherry, dan teh di Turki yang cukup berkontribusi di sektor perekonomian. Penggerak lain perekonomian di Trabzon adalah pelabuhannya. Berbatasan langsung dengan Laut Hitam, sudah sejak dahulu kala pelabuhan Trabzon menjadi penghubung perdagangan barang antara Eropa dan Timur Tengah. Sebagai kota di pinggir laut, Trabzon menyuplai kurang lebih dua puluh persen produksi ikan di Turki. Makanan khas lokal sejenis ikan asin, hamsi, pun banyak dijumpai di restoran-restoran kota Trabzon.

Penduduk Trabzon sangat dikenal dengan rasa humor, kecerdasan, dan kesetiaannya pada keluarga, agama, dan negara. Konon, Atatürk pun memilih pasukan pengamanan presiden dari penduduk di wilayah ini karena loyalitas dan kemampuan bertempur mereka.

Hüseyin Avni Aker-turkish-football.com

Avni Aker – sumber: turkish-football.com

Layaknya fans sepakbola di Turki, para pendukung Trabzonspor pun dikenal sangat fanatik. Mereka sangat terkenal dengan aksi di menit ke 61’ di setiap pertandingan Trabzonspor. Stadion sontak berubah penuh dengan kembang api dan confetti sepanjang satu menit. Angka 61 sendiri merujuk pada kode pos kota Trabzonspor.

Şenol Güneş yang membawa Turki menjadi peringkat tiga dunia saat Piala Dunia tahun 2002 adalah kebanggaan tersendiri bagi klub yang warna kostumnya terinspirasi dari Aston Villa ini. Ia memegang rekor tidak kebobolan selama 1.110 menit. Pada musim 1993/94 ia ditunjuk sebagai pelatih Trabzonspor yang turut andil mendatangkan kembar Arveladze: Shota dan Archil.

Hüseyin Avni Aker-doratasarim.com.tr

Avni Aker – sumber: doratasarim.com.tr

Pada musim 2011/12 menjadi berkah tersendiri bagi warga Trabzon. Menyaksikan klub kebanggaan berlaga di babak grup Liga Champions. Durian runtuh ini dijatuhkan federasi sepakbola Turki setelah mencoret keikutsertaan Fenerbahçe sebagai wakil Turki di Liga Champions yang merupakan juara liga di musim 2010/11. Pencoretan ini dikarenakan Fenerbahçe terlibat skandal pengaturan pertandingan oleh sang presiden klub. Sang presiden dihukum, namun gelar musim tersebut tak jatuh ke sang runner-up: Trabzonspor.

Musim itu menjadi cerita tersendiri bagi klub juara delapan kali Süper Lig, tujuh kali Turkish Cup dan delapan kali Turkish Super Cup ini. Klasemen akhir di musim 2010/11 hanya memberikan mereka tiket kualifikasi babak ketiga Liga Champions League. Agregat 1-3 melawan Benfica mengantarkan mereka ke fase turnamen Eropa berikutnya: play-off Liga Europa melawan Ahletic Bilbao. Menahan imbang Athletic Bilbao di Estadio de San Mamés pada tanggal 18 Agustus 2011, seminggu kemudian mereka sudah siap menjamu sang lawan di Turki. Namun pertandingan leg kedua tersebut batal, dikarenakan Trabzonspor menggantikan sang juara Turki di babak grup Liga Champions. Apa jadinya jika leg kedua tetap dilangsungkan? Mungkinkah Athletic Bilbao tetap bisa melaju sampai ke all Spanish Europa League final?

Keangkeran stadion Hüseyin Avni Aker pernah dirasakan oleh Liverpool, Internazionale, dan Olympique Lyon. Saat Kevin Keegan dan Ray Clmence membawa Liverpool menjuarai Liga Champions edisi 1976/77, di babak putaran kedua mereka harus melawat ke Hüseyin Avni Aker pada leg pertama. Apa hasilnya? Liverpool pulang dengan kekalahan 0-1. Beruntung bagi Liverpool, gol Keegan di menit ke 19’ menutup kemenangan 3-0 mereka leg kedua.

Hüseyin Avni Aker-aslantepe.biz

Avni Aker – sumber: aslantepe.biz

Kisah serupa dialami Bruno N’Gotty, bek Olympique Lyon ini harus melihat gawang timnya dibobol masing-masing empat kali baik saat bermain di kandang maupun tandang. Lain cerita saat Piala UEFA di musim 1983/84, Internazionale merasakan tangguhnya Trabzonspor di kandangnya. Saat leg pertama bertandang, punggawa sekelas Walter Zenga, Guiseppe Bergomi, dan Aldo Serena tak mampu menghindarkan Internazionale dari kekalahan 0-1. Namun kemenangan 2-0 di kandang membawa Internazionale melaju ke fase berikutnya.

Dua puluh delapan tahun kemudian kedua klub bertemu kembali, kali ini di fase grup Liga Champions 2011/12. Tak mau mengulangi kenangan lama, Trabzonspor mengalahkan Internazionale di Guiseppe Meazza. Trabzonspor tak terkalahkan di kandang selama fase grup, menuai hasil imbang tiga kali. Namun hanya empat laga ini saja yang berakhir positif menghasilkan poin untuk mereka. Menduduki peringkat ketiga, mereka harus kembali ke arena Piala Europa. PSV Eindhoven menuntaskan perjalanan Trabzonspor di kompetisi Eropa tahun itu. Hal yang lucu mengingat Trabzonspor harus bolak-balik Liga Champions – Europa League pada musim 2011/12.

Hüseyin Avni Aker-burdurweb.com

Avni Aker – sumber: burdurweb.com

Dari empat pertandingan babak grup yang dilangsungkan di Hüseyin Avni Aker, tiga diantaranya berlangsung di Grup C yang diisi Australia, El Savador, Kolombia, dan Turki. Dua kali tuan rumah bermain di stadion ini: 22 Juni saat menjamu El Savador dan seminggu kemudian saat menantang Australia di pertandingan terakhir tuan rumah di babak grup. Apa mungkin karena tuah yang dibawa Hüseyin Avni Aker membuat sang tuan rumah melangsungkan dua pertandingan grup di stadion ini? (soe)

Sturm Graz 2008/09 Centenary Home Jersey

Sturm Graz_01

Sturm Graz 02

Sturm Graz 03

Sturm Graz 04

Sturm Graz 05

Sturm Graz 06

Sturm Graz 07

Sturm Graz 08

Football Club Sportklub Sturm Graz
Season 2008/09
Jersey Home
Special Centenary
Manufacturer Puma
Size XXL
Dimension P: 78 cm ; L: 67 cm
Condition Brand New With Tags in Puma plastic bag
Price Rp.381.000
Shipping Bebas biaya kirim ke wilayah Indonesia, dengan JNE Regular
Contact SMS: 0878 8200 0485 | BBM: 7FC3BBD1 | @footiczs

Adiksi Aksi-Aksi di Piala Konfederasi

FIFA Confederations Cup adalah turnamen sepakbola berumur lima tahun saat diadopsi FIFA dari Arab Saudi yang membidani lahirnya pada tahun 1992 dan memberinya nama King Fahd Cup pada awalnya. Sebelum diadopsi FIFA, sempat dua kali Arab Saudi menyelenggarakan King Fahd Cup pada tahun 1992 dan 1995. Saat diambil alih FIFA, turnamen ini diselenggarakan setiap dua tahun sekali.

Batistuta 1992_taringa.net

Gabriel Omar Batistuta – sumber: taringa.net

Gelaran perdana Piala Konfederasi diikuti empat negara: Argentina, Amerika Serikat, Pantai Gading, dan tuan rumah. Dengan materi tim seperti Gabriel Batistuta, Claudio Caniggia, Diego Simeone, dan Fernado Redondo, Argentina membawa pulang piala setelah mengalahkan tuan rumah 3-1 di final turnamen yang menggunakan format straightforward four-team ini. Peringkat tiga diraih Amerika Serikat yang menggulung Pantai Gading 5-2, setelah keduanya mengalami kekalahan di pertandingan pertama: Amerika Serikat kalah 0-3 dari tuan rumah dan Pantai Gading menyerah 0-4 dari Argentina.

Tiga tahun kemudian, kali ini juara Piala Eropa 1992 berpartisipasi. Laudrup bersaudara berhasil mengawinkannya dengan Piala Konfederasi, setelah di final mengalahkan juara bertahan dengan skor 2-0. Perhelatan tahun ini menambah dua peserta, yang mengakibatkan format berubah menjadi dua grup: para juara grup langsung ke final, sementara para runner-up grup memperebutkan peringkat tiga turnamen yang dimenangkan Mexico melalui adu penalti melawan Nigeria. Dua wakil Asia: tuan rumah dan Jepang, menghuni dasar klasemen di masing-masing grup.

Tahun 1997 adalah kali pertama penyelenggaraan dengan nama FIFA Confederations Cup. Masih Arab Saudi sebagai tuan rumah. Sesuai dengan namanya, tiap juara di masing-masing konfederasi (Oseania, Asia, Eropa, Afrika, Amerika Utara, dan Amerika Selatan) hadir di turnamen ini dan digenapkan menjadi delapan negara oleh tuan rumah serta juara bertahan Piala Dunia edisi sebelumnya.

Australia jawara Oseania tahun 1996, Afrika Selatan jawara Afrika tahun 1996, Mexico jawara Piala Emas CONCACAF tahun 1996, Uruguay jawara Copa América tahun 1995, dan Brasil juara dunia tahun 1994. UEA yang merupakan runner-up Piala Asia tahun 1996 mewakili AFC dikarenakan sang jawara Asia saat itu adalah sang tuan rumah. Sedangkan jawara Piala Eropa tahun 1996: Jerman, menolak berpartisipasi, sehingga diwakili Republik Ceska yang merupakan runner-up Piala Eropa.

Romario 1997_fifa.com

Romario (11) – sumber: fifa.com

Final di penyelenggaran tahun 1997 memegang rekor tersendiri sebagai skor final terbesar turnamen sejauh ini. Hat-trick Ronaldo dan Romário ke gawang Mark Bosnich menenggelamkan Australia di final yang dipimpin oleh wasit asal Thailand. Australia gagal mengulangi prestasi di babak grup dimana mereka menahan imbang Brasil 0-0. Terlepas dari kartu merah yang diterima Mark Viduka di menit 24’, skuat Brasil saat itu memang diisi generasi emas seperti: Dida, Cafu, Aldair, Roberto Carlos, Dunga, dan Juninho. Tengok pula dogout Brasil sewaktu final, duduk santai disana Rogerio Ceni, Ze Roberto, Leonardo, Bebeto, dan Rivaldo.

Penggemar sepakbola generasi 90-an yang masih belum bisa move on dari masa itu tentu masih sangat mengingat Vladimir Smicer, Cuauhtemoc Blanco, Pavel Nedved, Harry Kewell, Alvaro Recoba, John Aloisi, dan Marcelo Zalayeta. Oh….. indahnya masa-masa itu 🙂

Dua tahun kemudian, Mexico menjadi tuan rumah pertama di luar Arab Saudi. Kali ini Jerman bersedia berpartisipasi, adapun para peserta lain: Arab Saudi, Selandia Baru, dan Mesir. Runner-up Piala Emas 1998: Amerika Serikat mewakili zona CONCACAF dikarenakan Mexico sebagai juara bertindak sebagai tuan rumah. Mengikuti jejak Jerman di edisi sebelumnya, juara dunia tahun 1998 menolak berpartisipasi dengan alasan tak dapat menurunkan skuat terbaik dikarenakan klub-klub tempat bernaung pemain tak mau melepas pemain membela negaranya karena risiko kelelahan hingga cedera. Jatah turun ke runner-up Piala Dunia. Siapa yang kebagian rezeki? Bolivia: runner-up Copa América tahun 1997 mewakili CONMEBOL menggantikan tempat Brasil.

Trofi_newsimg.bbc.co.uk

Trofi – sumber: newsimg.bbc.co.uk

Tuan rumah menjadi juara setelah menang 4-3 atas Brasil. Arab Saudi kalah 0-2 di perebutan tempat ketiga dari Amerika Serikat. Beberapa rekor di turnamen kali ini antara lain sepuluh gol tercipta di waktu normal saat Brasil menyingkirkan Arab Saudi, yang sempat menyamakan kedudukan 2-2, di semifinal. Rekor lain yang belum dilampaui bahkan diulangi hingga saat ini adalah dua quat-trick di Grup A. 25 Juli 1999, Cuauhtemoc Blanco seakan mengajarkan pemain Arab Saudi bagaimana caranya mencetak empat gol untuk kemenangan 5-1. Empat hari berselang, hasil belajar dari Cuauhtemoc Blanco langsung dipraktekkan Marzouk Al-Otaibi saat mencetak quat-trick pada kemenangan Arab Saudi 5-1 atas Mesir.

Piala Konfederasi di milenium baru digelar di benua Asia. Korea Selatan dan Jepang tuan rumahnya. Gol Patrick Viera di menit 30’ ke gawang Yoshikatsu Kawaguchi menjadi satu-satunya gol yang dapat membawa pulang Piala Konfederasi untuk disandingkan dengan Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000. Perancis menjadi tim kedua setelah Brasil yang dapat secara beruntun memenangkan kejuaraan dunia, benua, dan antar benua.

Jerman kembali menolak berpartisipasi mewakili konfederasi UEFA, kali ini dengan status sebagai runner-up Piala Dunia 2002. Sebagai tuan rumah dan juara Piala Eropa 2000, Perancis otomatis berpartisipasi. Setali tiga uang dengan Jerman, Italia sebagai runner-up Piala Eropa 2002 juga menolak berpartisipasi. Spanyol yang saat itu berada di rangking kedua FIFA juga sama. Akhirnya Turki sebagai peringkat ketiga Piala Dunia 2002 yang mewakili UEFA.

Foe_storiedicalcio.altervista.org

Foe – sumber: storiedicalcio.altervista.org

Perancis mengulangi prestasi Mexico di tahun 1999: menjadi juara di rumah sendiri. Kemenangan ini sekaligus mengobati performa buruk mereka di Piala Dunia 2002. Satu-satunya gol Thierry Henry di babak pertama extra time ke gawang Kamerun semakin menambah kesedihan setelah tiga hari sebelumnya mereka kehilangan Marc-Vivien Foé yang meninggal saat sedang bermain di semifinal melawan Kolombia.

Brasil mengulangi final Copa América 2004 saat bersua Argentina di Piala Konfederasi 2005 yang diselenggarakan di Jerman. Bedanya jika di Copa América 2004 Brasil harus diselamatkan gol Adriano di menit 93’ untuk sampai babak adu penalti guna menjadi juara, maka di Piala Konfederasi 2005 Brasil dengan meyakinkan menggebuk Argentina dengan skor mencolok 4-1. Sebaliknya tuan rumah bersusah payah mengalahkan Mexico di perebutan tempat ketiga setelah gol Michael Ballack di menit 97’ memastikan kemenangan Jerman. Sejak edisi ini, Piala Konfederasi diselenggarakan empat tahun sekali dengan penyelenggaraan satu tahun sebelum Piala Dunia yang bertempat di tuan rumah Piala Dunia

Di tahun 2009, Afrika Selatan menjadi tuan rumah pertama di benua Afrika yang menyelenggarakan Piala Konfederasi. Brasil menjadi tim kedua setelah Perancis yang mampu memenangkan Piala Konfederasi secara beruntun. Satu gol Lúcio melengkapi dua gol Luis Fabiano, yang menjadi top skorer turnamen dengan lima gol, yang membawa kemenangan atas Amerika Serikat 3-2. Sedangkan tuan rumah berada di peringkat empat setelah dikalahkan Spanyol.

Logo Confederations Cup 2013_wikipedia

Brasil 2013 – sumber: wikipedia

Partai Brasil melawan Jepang pada tanggal 15 Juni 2013 akan menandai dibukanya edisi ketujuh Piala Konfederasi yang akan digelar hingga tanggal 30 Juni 2013. Spanyol, Mexico, Uruguay, Tahiti, Italia, dan Nigeria melengkapi delapan negara peserta. Akankah Brasil menjadi salah satu tim yang akan bertanding di partai terakhir turnamen? Yang berarti memperbesar peluang mereka menjadi juara tiga kali Piala Konfederasi secara beruntun. Yang juga berarti tetap menyimpan trofi Piala Konfederasi hingga tahun 2017 saat digelar kembali di Rusia. (soe)

Post Navigation

%d bloggers like this: