NextGen Series

Tuntas sudah misi Aston Villa memenangkan laga final NextGen Series musim 2012/13 di Stadio Giuseppe Sinigaglia. Menjalani partai final dengan sesama klub asal Inggris, Chelsea, seakan menunjukkan pembalasan wakil Inggris atas juara yang diperoleh Internazionale Milan musim sebelumnya di tanah Inggris: Matchroom Stadium. Dua gol penalti Graham Burke petang itu menyamai tujuh gol yang dikemas anggota skuat sang lawan, Islam Feruz.

Islam Feruz_sportskeeda.com

Islam Feruz – sumber: sportskeeda.com

Terlepas dari dua gol yang berasal dari titik putih tersebut, pertandingan final di musim sebelumnya lebih menegangkan dibanding lakon final di musim 2012/13. Gol Samuele Longo yang membawa Internazionale unggul sementara 1-0 atas Ajax Amsterdam, langsung dibalas Stefano Denswil lima menit kemudian. Gol ketiga di pertandingan yang akan memberi status juara atau runner-up diantara kedua tim tak kunjung datang sampai jam di tangan Lee Collins, sang pengadil di lapangan, menunjukkan menit ke 120’. Apa boleh buat, kegagalan Joël Veltman menyarangkan bola ke gawang Raffaele Di Gennaro membawa Ajax Amsterdam menjadi runner-up NextGen Series 2011/12 dengan kekalahan 3-5 dalam adu penalti.

NextGen Series adalah sebuah kompetisi pemain dengan usia di bawah sembilan belas tahun yang digagas oleh Justin Andrews, produser acara olahraga di televisi, dan Mark Warburton sang direktur olahraga Brentford. Gagasan kompetisi ini adalah memberikan pemain muda nuansa persaingan di kompetisi profesional layaknya Liga Champions. NextGen Series membatasi jumlah skuat hanya berisi delapan belas pemain. Batasan usia di bawah sembilan belas tahun masih ditoleransi dengan tiga pemain yang berusia satu tahun lebih tua dengan syarat hanya maksimal dua orang yang dapat berada di lapangan saat pertandingan berlangsung.

Logo - sumber: inourhumbleopinion.co.uk

Logo – sumber: inourhumbleopinion.co.uk

Enam belas klub yang berpartisipasi di NextGen Series perdana diundang berdasarkan kualitas akademi pembinaan pemain muda mereka. Inggris diwakili empat klub: Aston Villa, Liverpool, Manchester City, dan Tottenham Hotspur. Dua wakil Norwegia: Molde FK dan Rosenborg. Selain dua finalis, peserta lainnya adalah Barcelona, FC Basel, Fenerbahçe, Glasgow Celtic, Marseille, PSV Eindhoven, Sporting Lisbon, dan Vfl Wolfsburg.

Mereka dibagi menjadi empat grup dengan pertandingan kandang dan tandang. Juara dan runner-up grup melaju ke fase knock out. Keuntungan bagi juara grup adalah pertandingan yang hanya satu kali di babak knock out tersebut berlangsung di kandang mereka. Dari empat pertandingan di babak tersebut, hanya Tottenham Hotspur yang mampu menang di kandang dengan mengalahkan Liverpool. Selebihnya: Marseille unggul 2-1 atas Aston Villa, Internazionale mengalahkan Sporting Lisbon 1-0, dan skor 3-0 Ajax Amsterdam menjungkalkan Barcelona.

NextGen Trophy - sumber: nextgenseries.com

NextGen Trophy – sumber: nextgenseries.com

Kehebohan terjadi saat Tottenham Hotspur menarik dari dari semi final, dan meyerahkan posisinya untuk digantikan oleh Liverpool. Berita yang beredar menyatakan bahwa Tottenham Hotspur mengaku telah menyalahi aturan kompetisi dengan mengikutsertakan dua pemain di bawah umur saat mengalahkan Liverpool.

Entah karena kualitas atau mungkin masih terkejut dan belum siap mendapat hadiah lolos ke semifinal, Liverpool digunduli Ajax Amsterdam dengan skor 6-0. Skor ini menjadi selisih skor terbesar berikutnya di turnamen saat itu setelah kemenangan 7-1 Tottenham Hotspur atas Internazionale di babak grup. Sehari sebelum pertandingan final dilangsungkan, Liverpool meraih peringkat ketiga setelah unggul 2-0 atas Marseille. Viktor Gorridsen Fischer dari Ajax Amsterdam dan Jean Marie Dongou Tsafack dari Barcelona adalah topskor turnamen dengan tujuh gol.

Internazionale - sumber: zimbio.com

Internazionale – sumber: zimbio.com

Terjadi perubahan format di musim 2012/13 dengan penambahan peserta menjadi dua puluh empat klub yang terbagi dalam enam grup. FC Basel adalah satu-satunya peserta di musim 2011/12 yang menolak berpartisipasi di musim 2012/13. Sembilan klub yang baru berpartisipasi: Anderlecht, Arsenal, Athletic Bilbao, Borussia Dortmund, Chelsea, CSKA Moscow, Juventus, Olympiakos, dan Paris Saint-Germain. Selain kualitas akademi, pemilihan sembilan klub ini didasarkan atas keikutsertaan tim utama mereka di gelaran Liga Champions beberapa tahun terakhir.

Empat tim peringkat tiga terbaik melengkapi enam klub juara dan enam klub runner-up grup di babak enam belas besar. Secara urutan: Chelsea, Liverpool, PSV Eindhoven, dan Tottenham Hotspur. Menilik statistik, perolehan nilai sembilan milik Chelsea, Liverpool, dan PSV Eindhoven sama dengan yang diperoleh juara Grup 6: Olympiakos. Sedangkan nilai delapan capaian Tottenham Hotspur sama dengan Arsenal sebagai runner-up Grup 6. Kualitas?

Aston Villa - sumber: spaziocalcio.it

Aston Villa – sumber: spaziocalcio.it

Chelsea, Arsenal, dan Aston Villa adalah semifinalis NextGen Series 2012/13 setelah sebelumnya juga ditemani Tottenham Hotspur di quarter-finals sebelum dijungkalkan Sporting Lisbon melalui babak perpanjangan waktu. Aston Villa mebalaskan kekalahan tersebut dengan mengalahkan Sporting Lisbon dengan jalan yang sama: melalui babak perpanjangan waktu. Sore hari sebelum kemenangan Aston Villa, Chelsea telah memastikan satu tempat di final setelah mengandaskan perlawanan Arsenal, juga melalui extra time. Dua hari setelahnya Arsenal pun menelan kekalahan lagi, kali ini dari Sporting Lisbon saat perebutan tempat ketiga.

Viktor Fischer - sumber: sofoot.com

Viktor Fischer – sumber: sofoot.com

Patut ditunggu para bakat-bakat muda jebolan NextGen Series untuk bermain reguler di skuat utama. Layaknya Viktor Fischer yang sampai dengan tulisan ini di-publish telah mencetak sepuluh gol, sama dengan rekan Denmark-nya: Christian Eriksen, hanya kalah 2 gol dari top skor sementara Ajax: Siem de Jong. Mungkin juga sebaliknya. Bernasib sama dengan beberapa pemain Internazionale paska menjadi jawara di musim 2011/12. Samuele Longo yang berstatus on loan di Espanyol. Atau Lorenzo Crisetig yang memperpanjang status on loan-nya kali ini ke Crotone setelah semusim sebelumnya on-loan di Spezia. Atau mungkin lebih buruk lagi seperti Marko Livaja: setelah dua musim on-loan masing-masing di Lugano dan Cesena, hari terakhir sebelum pasar transfer Januari 2013 ditutup, Internazionale melepasnya ke Atalanta dengan kepemilikan co-ownership.

Siapa yang tahu masa depan? (soe)

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: