2013 Turkey FIFA U-20 World Cup Cities: Bursa

Kenalkah Anda dengan Pablo Martín Batalla? Pemuda kelahiran 16 Januari 1984 ini  turut membawa Vélez Sársfield menjuarai Clausura Primera División Argentina tahun 2005. Lima tahun berlalu, kali ini Ia telah menjadi bagian dari skuat yang menjuarai Süper Lig Turki musim 2009/10. Dengan bermodalkan koefisien Liga Turki, sang juara berhak tampil pada babak grup Liga Champions musim 2010/11. Bersama dengan S.C. Braga, Hapoel Tel Aviv F.C., Tottenham Hotspur, F.C. Twente, dan MŠK Žilina, keenam klub ini memulai debutnya di babak grup Liga Champions. Jangankan mendapat tiket Europa League, sebagai hadiah menduduki peringkat ketiga di babak grup Liga Champions, satu kemenangan pun tak mampu diraih jawara Liga Turki ini. Jadi, kenapa Batalla menjadi kalimat pembuka paragraf ini? Karena Ia adalah pencetak gol pertama bagi Bursaspor di babak grup Liga Champions.

Bursa Ataturk Stadium_bursaspor.org.tr

sumber: bursaspor.org.tr

20 November 2010. Pertandingan kelima di babak grup. Semua empat pertandingan sebelumnya dilalui dengan kekalahan dan tak mampu mencetak satu gol pun. Hasil di matchday pertama dengan lawan yang sama di partai ini sudah terulang kembali. Bila gol Roberto Soldado di menit ke 76’ pada pertemuan pertama telah menyegel kemenangan 4-0 sang tamu, maka gol Soldado di menit ke 55’ di pertemuan kedua ini membuat tuan rumah unggul 5-0 sementara. Entah karena dengan semangat juang yang tinggi atau karena sudah nothing to lose, empat belas kemudian Batalla mencetak gol bersejarah itu. Hasil pertandingan malam itu: 6-1 untuk tuan rumah.

Bursa Ataturk Stadium(2)_fys.tgg.org

sumber: fys.tgg.org

Di pertandingan terakhir grup yang sudah tak menentukan lagi bagi keduanya, Glasgow Rangers menyambangi markas Busaspor. Hasil imbang 1-1 menyudahi pertandingan ini. Kali ini sejarah baru tercipta kembali setelah Sercan Yildirim mencetak gol di malam itu. Sercan adalah pemain kelahiran Bursa pertama yang mencetak gol di babak grup Liga Champions. Gol bersejarah itu hanya disaksikan 9.673 pasang mata penonton yang memadati Bursa Atatürk Stadium.

Bursa Ataturk Stadium_fys.tgg.org

sumber: fys.tgg.org

Sepanjang babak grup ini, terjadi tren penurunan jumlah penonton di stadion yang berkapasitas 25.213 ini. Stadion dipenuhi 22.055 penonton saat pertandingan pertama melawan Valencia. Animo warga Bursa sangat tinggi menyaksikan klub sepakbola kota mereka berlaga di babak grup Liga Champions untuk pertama kalinya. Ketika menjamu Manchester United pada matchday keempat, jumlah penonton turun menjadi 19.050 penonton saja. Kondisi ini terjadi entah karena tiga kekalahan yang didapat pada tiga pertandingan sebelumnya atau karena sudah tak berpeluang bahkan untuk mendapat tiket ke Europa League. Keadaan ini semakin menjadi setelah gol perdana Tiago Manuel Dias Correia menyegel kemenangan 3-0 Manchester United malam itu. Bagi yang kurang familiar dengan namanya, dia adalah Bébé, satu angkatan dengan Javier Hernandez dan Chris Smalling.

Bursa Ataturk Stadium_europlan-online.de

sumber: europlan-online.de

Stadion yang terletak di kota dengan populasi lebih dari 2,5 juta penduduk ini menyimpan kenangan tersendiri bagi tim nasional Turki. Tercatat tiga pertandingan monumental Turki terjadi disini. Pertama, saat kualifikasi Piala Dunia tahun 1998 ketika mengalahkan Belanda 1-0 lewat gol tunggal Hakan Şükür. Kedua, saat mengalahkan Jerman 1-0 pada kualifikasi Euro 2000. Terakhir, saat menahan Republik Irlandia 0-0 di babak play-off agar melaju ke babak grup Euro 2000. Mengapa hasil seri ini monumental? Karena hasil seri 1-1 yang didapat empat hari sebelumnya di Dublin.

Bursa Ataturk Stadium(3)_fys.tgg.org

sumber: fys.tgg.org

Satu pertandingan semifinal, perempat final, dan babak enam belas besar menjadi tiga pertandingan di luar enam pertandingan babak grup Piala Dunia U-20 yang akan digelar di stadion ini. Sama seperti lima stadion lainnya yang nampaknya difokuskan satu stadion untuk satu grup, maka Bursa Atatürk Stadium akan menjadi host grup F dengan lima pertandingan. Satu pertandingan lagi akan mementaskan Trezeguet bersama kompatriotnya melawan skuat Inggris pada pertandingan terakhir di Grup E. Bukan dia. Iya, Trezeguet yang ini bukan David Sergio Trezeguet yang pernah bersinar di Juventus dan bermain di divisi kedua Liga Argentina. Tapi ia adalah pemain Al-Ahly berkebangsaan Mesir bertinggi 191 cm dengan nama lengkap Mahmoud Ibrahim Hassan yang pertama kali dipanggil “Trezeguet” oleh Badr Ragab, mantan gelandang Al-Ahly, karena kemiripan wajahnya dengan sang bintang. (soe)

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: