Secuil Profil Pengadil di Brasil-1

Tiga puluh tiga wasit sudah ditunjuk FIFA sebagai pengadil pada perhelatan Piala Dunia edisi Brasil 2014 ini. Konfederasi Asia (AFC), Afrika (CAF), dan Amerika Utara & Tengah (CONCACAF) diwakili masing-masing lima wasit. Enam pengadil dari konfederasi Amerika Selatan (CONMEBOL). Konfederasi Eropa (UEFA) dengan sepuluh wasit dan dua wasit dari konfederasi Oseania (OCF). Tulisan ini akan membahas sedikit profil para pengadil serta kiprah mereka selama babak kualifikasi Piala Dunia 2014.

Berbicara mengenai babak kualifikasi, akan mengerucut kepada data zona waktu saat para pengadil ini mengeluarkan kartu. Baik kartu kuning maupun merah. Kartu merah direct maupun indirect (kartu kuning kedua). Zona waktu dimaksud dibagi menjadi tiga: zona pertama saat tiga puluh menit pertama, zona kedua ketika lima belas menit menjelang turun minum dan setelahnya, serta zona ketiga saat tiga puluh menit terakhir pertandingan. Bagian pertama tulisan ini akan membahas para pengadil dari konfederasi AFC dan OCF.

Konfederasi Oseania (OFC)

PETER O’LEARY
Pengadil kelahiran tahun 1972 ini menjadi wasit internasional pada umur 31 tahun. Melakoni debutnya saat memimpin pertandingan antara Solomon Islands berhadapan dengan Australia pada tahun 2004. Piala Dunia 2014 adalah kali kedua ia terpilih sebagai wasit turnamen akbar sepakbola, setelah pada tahun 2010 dimana ia hanya sebagai pengadil standby dan tak memimpin satu pun pertandingan. Sebanyak tujuh pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 di zona konfederasi Oseania dipimpin wasit berpostur 186 cm ini. Tak ada satu pun kartu merah pada tujuh pertandingan tersebut. Namun, pria yang juga berprofesi sebagai guru biologi ini mengeluarkan rata-rata 3,3 kartu kuning per pertandingan. Zona waktu kedua adalah saat dimana wasit asal Selandia Baru ini banyak mengeluarkan kartu kuning. Tercatat ia mengganjar sepuluh kartu kuning pada masa tersebut. Sedangkan, zona waktu pertama ia hanya mengeluarkan lima kartu kuning. Delapan kartu sisanya pada waktu tiga puluh menit menjelang pertandingan berakhir.

Ada cerita unik saat ia dalam rangkaian penelitian dan pertemuan dengan beberapa official di Inggris. Kejadian ini bermula saat diundang Steve Bennett , wasit top Inggris, sebagai tamu pada pertandingan antara Aston Villa dan Sunderland. Pada pertandingan tersebut, Bennett yang bertindak sebagai fourth official harus menggantikan Alan Williams, asisten wasit, yang cedera. Seketika nama O’Leary dipanggil melalui pengeras suara untuk menggantikan peran Bennett sebagai fourth official. Jadilah ia wasit Selandia Baru pertama yang bertugas dalam sebuah pertandingan di Liga Inggris.

NORBERT HAUATA
Wasit asal Tahiti ini mendapat kepercayaan memimpin empat pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 di konfederasi Oseania. Pengadil yang berlisensi internasional sejak tahun 2008 ini memiliki catatan rata-rata 2,8 kartu kuning per pertandingan. Nihilnya kartu merah yang dikeluarkan pria berusia tiga puluh lima tahun ini menyamai catatan kartu kuning yang keluar dari sakunya pada zona waktu pertama. Namun, pengadil berpostur 176 cm ini mengeluarkan enam kartu kuning pada zona waktu kedua dan lima kartu kuning di zona waktu terakhir.

Konfederasi Afrika (CAF)

DANIEL FRAZER BENNETT
Guru adalah profesi pria asal Afrika Selatan ini jika tidak sedang memimpin pertandingan di lapangan hijau. Wasit dengan postur 182 cm ini memimpin empat laga kualifikasi Piala Dunia 2014 di konfederasi Afrika. Mengeluarkan empat belas kartu kuning serta dua pemain dari pertandingan adalah catatannya selama memimpin pertandingan-pertandingan tersebut. Rinciannya, pengadil berusia 37 tahun ini mengeluarkan empat kartu kuning di zona waktu pertama, tiga kartu kuning serta dua kartu merah di zona waktu kedua, dan tujuh kartu kuning pada tiga puluh menit terakhir pertandingan.

DJAMEL HAIMOUDI
Pengadil asal Aljazair ini memiliki catatan jumlah kartu kuning yang sama dengan Bennett saat memimpin empat laga kualifikasi Piala Dunia 2014 konfederasi Afrika: empat belas. Pria kelahiran tahun 1970 ini mengeluarkan dua kartu kuning di zona waktu pertama dan tiga kartu kuning di zona waktu berikutnya. Zona waktu ketiga menjadi saat dimana wasit berpostur 175 cm ini paling banyak memberikan kartu peringatan: sembilan kartu kuning. Sempat terjadi kontroversi pada saat ia memimpin laga Nigeria melawan Burkina Faso pada Piala Afrika tahun 2013 lalu. Terekam adegan dimana Vincent Enyeama, penjaga gawang Nigeria, mencoba mengangkat Haimoudi saat sang pengadil meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan yang dimenangkan oleh Tim Elang Super.

NOUMANDIEZ DESIRE DOUE
Anggota korps baju hitam berusia 43 tahun ini mendapatkan lisensi internasionalnya pada tahun 2004. Catatan 2011 CAF Referee of the Year asal Pantai Gading ini saat memimpin lima laga babak kualifikasi Piala Dunia 2014 konfederasi Afrika: lima kartu kuning pada zona waktu pertama, tujuh kartu kuning pada saat menjelang dan setelah turun minum serta sepuluh kartu kuning di zona waktu ketiga. Dibanding keempat pengadil lainnya, wasit yang pernah diserang saat sedang memimpin laga di tahun 2008 ini memiliki catatan rata-rata memberikan kartu kuning tertinggi.

BAKARY PAPA GASSAMA
Pengadil kelahiran tahun 1979 ini mendapatkan kesempatan memimpin lima pertandingan di babak kualifikasi Piala Dunia 2014 konfederasi Afrika. Dengan rataan empat kartu kuning di tiap pertandingan yang dipimpinnya, berikut rinciannya: dua kartu kuning di zona waktu pertama, empat kartu kuning saat menjelang dan setelah turun minum, serta yang terbanyak saat zona waktu ketiga: empat belas kartu kuning. Wasit berpostur 184 cm yang mendapatkan lisensi internasionalnya pada tahun 2007 ini cukup memiliki pengalaman internasional seperti saat memimpin pertandingan-pertandingan di ajang Olimpiade, Piala Afrika, Piala Dunia U-17 dan U-20.

NEANT ALIOUM
Wasit asal Kamerun ini tergolong wasit muda, di umurnya yang berusia 32 tahun sudah dipercaya untuk memimpin pertandingan-pertandingan di Piala Dunia 2014. Lima pertandingan yang dipimpin pengadil berpostur 189 cm di kualifikasi Piala Dunia 2014 konfederasi Afrika menghasilkan delapan belas kartu kuning dan mengusir dua pemain dengan satu direct red card dan satu indirect red card. Memeperoleh lisesnsi internasionalnya pada usia 26 tahun, ia digadang-gadang sebagai wasit terbaik masa depan dari benua hitam. (soe)

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: