Secuil Profil Pengadil di Brasil-2

Konfederasi Asia (AFC)

RAVSHAN SAYFIDDINOVICH IRMATOV
Diantara lima wasit yang berasal dari konfederasi Asia pada Piala Dunia kali ini, wasit dengan tinggi 183 cm ini adalah yang paling pertama mendapatkan lisensi internasional. Diperoleh pada tahun 2003, pertandingan antara Vietnam dan Lebanon pada tanggal 31 Maret 2004 adalah partai internasional pertama yang dipimpin oleh pria asal Uzbekistan ini. Enam pertandingan kualifikasi menuju Brasil 2014 di konfederasi Asia ia pimpin. Tak satu pun kartu merah dikeluarkan pria kelahiran 1977 ini. Catatan rata-rata 3,2 kartu kuning keluar dari sakunya, termasuk yang paling randah diantara keempat wasit lainnya. Rincian jumlah kartu kuning yang keluar dari sakunya pada tiga zona waktu masing-masing: tiga di zona waktu pertama, sembilan saat zona waktu kedua, dan tujuh kartu kuning pada zona waktu ketiga. Wasit terbaik di Asia selama empat tahun berturut-turut (2008 s.d. 2011) ini memperoleh talenta pengadilnya dari sang ayah yang juga seorang wasit. Beberapa pertandingan bergengsi yang pernah ia pimpin antara lain: final FIFA Club World Cup tahun 2008 dan 2011, opening match Piala Dunia tahun 2010, dan final Piala Asia tahun 2011

YUICHI NISHIMURA
Pertemuan antara Thailand berhadapan dengan Uni Emirat Arab pada 13 Oktober 2004 adalah pertandingan internasional pertama yang dipimpin oleh wasit terbaik J.League tahun 2009 dan 2010 ini. Pria berperawakan kurus dengan tinggi 181 cm ini memimpin enam laga kualifikasi Piala Dunia 2014, menghasilkan sembilan belas kartu kuning. Catatan yang sama dengan Irmatov. Bedanya, lebih dari lima puluh persen diantaranya dikeluarkan pria kelahiran 1972 ini saat menjelang berakhirnya pertandingan atau di zona waktu ketiga. Di zona waktu pertama hanya empat kartu dan tiga kartu di zona waktu kedua. Wasit final AFC Champions League 2010 ini tidak pernah mengeluarkan kartu merah pada enam pertandingan kualifikasi tersebut. Dan… ia adalah wasit pada partai pembuka Piala Dunia 2014.

BENJAMIN JON WILLIAMS
Mungkin diantara Anda wahai penggila sepakbola Indonesia yang tak pernah absen mendukung timnas di Gelora Bung Karno masih ingat dengan wasit berpostur 185 cm ini? Atau malah tidak sama sekali. Ialah sang pengadil dari Australia saat Indonesia menundukkan Turkmenistan 4-3. Pertandingan yang dipimpin wasit kelahiran tahun 1977 ini menghasilkan delapan kartu kuning, dimana dua kartu kuning berujung pada indirect red card untuk tim tamu. Ditilik dari jumlah kartu yang keluar dari saku wasit, pertandingan di Jakarta ini adalah salah satu dari dua pertandingan terkotor pada kualifikasi Piala Dunia di konfederasi Asia yang dipimpin oleh wasit yang terpilih berangkat ke Brasil 2014: delapan kartu kuning dan satu kartu merah. Empat belas kartu kuning dan dua kartu merah dikeluarkan oleh 2013 AFC Referee of the Year ini pada tiga puluh menit menjelang pertandingan berakhir saat memimpin enam laga kualifikasi. Wasit yang juga berprofesi sebagai guru ini mengeluarkan dua kartu kuning pada zona waktu pertama dan lima kartu kuning pada zona waktu kedua.

NAWAF ABDULLA GHAYYATH SHUKRALLA
Tiga puluh empat kartu kuning, dua indirect red card, serta satu red card harus dikeluarkan dari saku wasit asal Bahrain ini saat memimpin enam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 konfederasi Asia. Dengan rata-rata 5,7 kartu kuning per pertandingan, menjadikan pria yang juga berprofesi sebagai legal researcher ini yang paling royal menghukum pemain dibanding empat wasit asal AFC lainnya. Pengadil kelahiran tahun 1976 ini dua kali mengusir pemain dengan satu indirect red card dan satu red card serta tiga belas kartu kuning pada zona waktu kedua. Di saat waktu pertandingan menyisakan tiga puluh menit adalah dimana sang hakim berpostur 174 cm ini mengeluarkan banyak kartu: enam belas kartu kuning dan satu indirect red card. Sedangkan, hanya lima kartu kuning saja pada zona waktu pertama.

ALIREZA FAGHANI
Mengikuti jejak sang ayah: Mohammad Faghani sebagai wasit sepakbola, pria Iran kelahiran tahun 1978 ini mendapatkan lisensi internasionalnya pada tahun 2008. Partai internasional pertama yang dipimpinnya adalah ketika Maladewa menghadapi Filipina pada tanggal 16 April 2009. Memimpin lima pertandingan kualifikasi Piala Dunia di konfederasi Asia, ia harus mengeluarkan tiga kartu kuning pada zona waktu pertama, satu kartu kuning di zona waktu berikutnya, dan lima belas kartu kuning pada zona terakhir. Pengadil berpostur 176 cm ini tidak pernah mengusir pemain pada enam pertandingan tersebut. (soe)

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: