Secuil Profil Pengadil di Brasil-3

Konfederasi Amerika Selatan (CONMEBOL)

ENRIQUE OSSES
Ignacio González mungin satu nama yang tak terlupakan oleh wasit asal Chile ini. Bagaimana tidak, wasit yang berlisensi internasional sejak tahun 2005 ini mendapatkan bogem dari sang kiper yang tidak terima dengan kartu kuning kedua yang diterimanya. Memang sang pengadil kelahiran tahun 1974 ini sering disebut sebagai wasit yang ringan tangan menghukum pemain. Namun, catatannya selama memimpin empat laga kualifikasi Piala Dunia di konfederasi Amerika Selatan tidak mencerminkan hal tersebut. Tercatat ia mengeluarkan rata-rata 4,5 kartu kuning dan hanya satu indirect red card dalam laga-laga tersebut. Catatan ini bukanlah yang tertinggi diantara enam wasit zona CONMEBOL yang berangkat ke Brasil 2014. Pria berpostur 180cm ini mengeluarkan tiga kartu kuning dan satu indirect red card di zona waktu pertama, dua kartu kuning pada zona waktu berikutnya, dan tiga belas kartu kuning pada waktu tiga puluh menit menjelang akhir pertandingan. Satu peristiwa menggelitik terjadi saat ia memimpin pertandingan Copa Libertadores antara Nacional (Uruguay) kontra Barcelona (Ecuador) di tahun 2013. Ia memberikan kartu kuning kedua kepada pemain Nacional, Alejandro Lembo, namun tak segera mencabut kartu merah tanda ia mengusir sang pemain. Hal ini berlangsung hingga lima menit kemudian setelah ia menyadari jika telah melakukan kesalahan😀

VÍCTOR HUGO CARRILLO CASANOVA
Lima kartu kuning pada tiga puluh menit awal pertandingan, sembilan kartu kuning plus satu direct red card di zona waktu kedua, dan tiga belas kartu kuning serta satu direct red card pada zona waktu ketiga adalah sekelumit catatan pengadil berpostur 180 cm ini selama memimpin lima pertandingan kualifikasi Piala Dunia di konfederasi Amerika Selatan. Dua puluh sembilan kartu yang dikeluarkan wasit kelahiran tahun 1975 tersebut menjadi jumlah tertinggi diantara kelima wasit lainnya. Pria asal Peru ini mendapatkan lisensi wasit internasionalnya pada tahun 2005.

CARLOS ALFREDO VERA RODRÍGUEZ
Jumlah kartu yang dikeluarkan pengadil kelahiran tahun 1976 ini selama memimpin empat laga pada babak kualifikasi Piala Dunia konfederasi Amerika Selatan bertolak belakang dengan rekannya asal Peru tadi. Hanya empat belas kartu yang dicabut dari saku wasit yang memperoleh lisensi internasional pada tahun 2006 ini untuk memperingatkan para pemain. Jumlah yang paling rendah dibanding lima wasit lainnya. Pria Ekuador berpostur 176 cm ini mengeluarkan empat kartu kuning pada zona waktu pertama, tujuh kartu kuning saat menjelang dan setelah turun minum, serta tiga kartu kuning di zona waktu ketiga.

WILMAR ROLDAN
Empat kartu kuning pada laga Argentina kontra Cile, Enam kartu kuning saat Peru menjamu Argentina, dan delapan kartu kuning ketika Uruguay meladeni perlawanan Paraguay. Tersebut daftar delapan belas kartu kuning yang dikeluarkan wasit asal Kolombia yang juga pastor ini selama memimpin tiga partai kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi CONMEBOL. Rinciannya: empat kartu kuning di zona waktu pertama, dan masing-masing tujuh kartu kuning di dua zona waktu berikutnya. Dapat disimpulkan bahwa wasit yang memperoleh lisensi internasional pada tahun 2008 ini mengeluarkan rata-rata enam kartu kuning dalam satu pertandingan kualifikasi. Catatan wasit berusia 34 tahun ini adalah yang kedua tertinggi diantara wasit asal zona CONMEBOL yang berangkat ke Brasil.

NESTOR PITANA
Jika Roldan adalah runner-up wasit yang paling ringan tangan mengangkat kartu kuning selama memimpin pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi CONMEBOL, wasit berpostur 193 cm ini adalah nomor wahidnya. Dua kartu kuning di saat tiga puluh menit pertama, sebelas kartu kuning pada zona waktu kedua, dan tiga belas kartu kuning di waktu memasuki tiga puluh menit menjelang pertandingan berakhir. Pengadil yang memperoleh lisensi internasional pada tahun 2010 ini hanya memimpin empat pertandingan kualifikasi. Tapi, inilah buah ringan tangannya wasit asal Argentina ini: Enam kartu kuning saat memimpin Peru melawan Kolombia, lima ketika Venezuela bersua Ekuador, delapan di kala Venezuela kontra Peru, dan tujuh saat Chile ditantang Uruguay. Pertarungan Chile kontra Uruguay sendiri menjadi catatan kontroversial pria kelahiran tahun 1975 ini bersama para asistennya ketika mereka luput atas insiden pemukulan oleh Luis Suarez kepada Gonzalo Jara. Salah satu partai puncak yang pernah ia pimpin adalah laga final Copa Libertadores 2013 yang mempertemukan Olimpia Asuncion melawan Athletico Mineiro.

SANDRO RICCI
Wasit asal Brasil ini adalah seorang “pencuri” di mata Neymar, seperti yang dikicaukannya di Twitter pada tahun 2010 setelah pertandingan Santos dipimpin oleh pengadil kelahiran tahun 1974 ini. Lima, sembilan, dan empat kartu kuning serta satu indirect red card adalah catatan pada zona waktu pertama, kedua, dan ketiga wasit dengan postur 183 cm selama memimpin empat pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi CONMEBOL. Memperoleh lisensi internasionalnya pada tahun 2011, di tahun sebelumnya ia terpilih sebagai salah satu top referee di Brasil. Namun di suatu pertandingan, kesalahan fatal yang akan selalu diingat adalah alpanya ia mengusir pemain setelah mendapatkan kartu kuning kedua. Ia memberikan kartu kuning pertama kepada pemain yang berbeda kilahnya. (soe)

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: