Secuil Profil Pengadil di Brasil-5

Konfederasi Eropa (UEFA)

JONAS ERIKSSON
Dikenal sebagai multimillionaire referee setelah ia menjual lima belas persen sahamnya di sebuah media televisi di Swedia. Kekayaan yang melimpah tidak membuatnya kemudian berhenti melanjutkan hobinya: sebagai wasit. Pengadil yang tahun ini memasuki usia empat puluh tahun memimpin lima laga babak kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi Eropa. Dengan catatan 25 kartu kuning dan satu indirect red card. Jumlah terbanyak diantara wasit UEFA lainnya yang berangkat ke Brasil 2014. Wasit berpostur 194 cm ini mencabut sebanyak delapan kartu kuning pada tiga puluh menit awal pertandingan, lima kartu kuning di zona waktu kedua, dan dua belas kartu kuning serta satu indirect red card pada zona waktu ketiga. Salah satu capaian tertinggi wasit yang memperoleh lisensi internasional pada tahun 2002 ini adalah saat memimpin partai UEFA Super Cup tahun 2013 ketika Bayern berhadapan dengan Chelsea.

PEDRO PROENÇA OLIVEIRA ALVES GARCIA
Wasit kelahiran tahun 1970 ini memimpin lima laga kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi Eropa. Menghasilkan catatan rata-rata 4,8 kartu kuning dalam satu pertandingan, berikut rinciannya: lima kartu kuning di zona waktu pertama, tujuh kartu kuning ketika lima belas menit menjelang dan setelah turun minum, dan dua belas kartu kuning serta satu indirect red card. Pria yang juga berprofesi sebagai financial advisor ini pernah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan pada bulan Agustus 2011, dimana ia diserang oleh seorang pria tak dikenal yang berujung luka-luka di sekitar mulut dan gigi patah. Pengadil yang berlisensi internasional sejak tahun 2003 ini meraih kegemilangan karirnya di tahun 2012. Wasit berpostur 180cm ini ditunjuk sebagai wasit pada laga final Champions League 2012 dan Euro 2012. Mungkin karena performa apiknya sepanjang tahun 2012, pada Januari 2013 IFFHS menganugerahi pengadil asal Portugal ini sebagai wasit terbaik tahun 2012.

HOWARD MELTON WEBB
Katanya, wasit berkepala plontos ini adalah salah satu wasit yang selalu membuahkan kontroversi selepas ia meniupkan peluit panjang di setiap pertandingan. Saat penunjukan pria berpostur 188cm sebagai pengadil pada final Piala Dunia 2010 menjadi kontroversi tersendiri. Benar saja, selama 121 menit ia mengeluarkan empat belas kartu kuning termasuk satu indirect red card untuk Heitinga. Rekor ini memecahkan rekor enam kartu kuning pada final Piala Dunia tahun 1986. Tapi, hanya dua belas kartu kuning yang dikeluarkan selama memimpin empat pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi Eropa. Tak satu pun kartu pada zona waktu pertama, dan masing-masing enam kartu kuning dai zona waktu kedua dam ketiga. Selain memimpin final Piala Dunia 2010, ditunjuk sebagai wasit pada final Champions League 2010 serta penghargaan sebagai Member of the Most Excellent Order of the British Empire (MBE) melengkapi puncak karir wasit kelahiran tahun 1971 ini. Bakat sang mantan sersan polisi ini mengalir dari ayahnya yang juga seorang wasit sepakbola. Menyelesaikan kursus wasit di usia sembilan belas tahun, lima belas tahun kemudian ia memperoleh lisensi internasionalnya yang ditandai dengan memimpin laga antara Irlandia Utara kontra Portugal pada tanggal 15 November 2005. Pertandingan puncak lainnya yang pernah ia pimpin adalah Community Shield tahun 2005 dan final Piala FA di tahun 2009.

SVEIN ODDVAR MOEN
Kartu kuning yang diterima Mario Balotelli pada menit ke-72 adalah satu-satunya indirect red card yang diberikan pengadil asal kelahiran tahun 1979 ini selama memimpin tiga laga babak kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi Eropa. Si Bengal terpaksa menyudahi permainan melawan Republik Ceska karena ia telah menerima kartu kuning pertama tiga menit sebelumnya. Wasit yang berlisensi internasional sejak tahun 2005 ini rata-rata mencabut 2,7 kartu kuning pada satu pertandingan kualifikasi. Pria Norwegia dengan postur 185cm ini mengeluarkan masing-masing satu kartu kuning di zona waktu pertama dan kedua, serta enam kartu kuning dan satu indirect red card ketika waktu memasuki tiga puluh menit menjelang pertandingan berakhir.

BJÖRN KUIPERS
Ialah satu-satunya wasit, di Piala Dunia Brasil 2014, yang telah merasakan atmosfer layaknya memimpin final Piala Dunia di Brasil. Pria Belanda ini ditugaskan memimpin partai final yang mempertemukan tuan rumah melawan Spanyol di Piala Konfederasi 2013, sering juga disebut Piala Dunia mini. Kenapa disebut Piala Dunia? Karena diwakili oleh masing-masing konfederasi. Kenapa disebut mini? Karena hanya diwakili oleh para jawara tiap konfederasi saja. Kembali ke pria berpostur 182 cm ini. Ia yang telah menjadi wasit profesional sejak tahun 2006 ini mendapatkan bakatnya dari sang ayah yang juga wasit sepakbola. Wasit yang memimpin final Champions League 2014 ini ditugaskan sebagai wasit pada lima pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi Eropa. Catatan kartunya: tiga kartu pada tiga puluh menit awal pertandingan, tiga belas kartu kuning dan satu direct red card di zona waktu kedua, dan tujuh kartu kuning pada zona waktu ketiga.

CÜNEYT ÇAKIR
Pengadil kelahiran tahun 1976 ini memperoleh lisensi internasionalnya pada usia tiga puluh tahun. Setahun kemudian, wasit yang juga berprofesi di bidang asuransi ini mendapatkan pengalaman pahit saat sedang memimpin sebuah partai dimana saat ia sedang menghadapi kemarahan sang penjaga gawang, Bülent Ataman, tiba-tiba sekepal tangan seorang pelatih penjaga gawang mendarat di wajahnya. Rata-rata, wasit berpostur 177cm ini mengeluarkan lima kartu kuning dalam satu pertandingan ketika ditugaskan memimpin empat pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi Eropa. Tidak ada kartu kuning yang ia keluarka pada zona waktu pertama, tujuh kartu kuning saat lima belas menit menjelang dan seusai turun minum, serta tiga belas kartu kuning, dua indirect red card, dan dua direct red card di zona waktu ketiga. Dua pertandingan sangat prestisius ia kawal di tahun 2012: partai final Euro dan final Piala Dunia Antar Klub.

FELIX BRYCH
Anda masih ingat dengan “gol hantu” pada pertandingan Leverkusen kontra Hoffenheim di Bundesliga bulan Oktober 2013 silam? Kebetulan yang menjadi pengadil saat itu adalah sang doktor ilmu hukum ini. Nada miring pun terdengar selepas pria kelahiran tahun 1975 ini memimpin partai final Europa League 2014, dimana ia dikritik karena keputusan-keputusannya banyak menguntungkan Sevilla. Wasit berperawakan 185cm ini mempunyai catatan rata-rata kartu kuning dan kartu merah tertinggi diantara pengadil asal UEFA yang berangkat ke Brasil 2014. Tercatat 5,5 kartu kuning dan 0,75 kartu merah dalam satu pertandingan. Rinciannya sebagai berikut: tiga kartu kuning pada zona waktu pertama, sembilan kartu kuning dan satu direct red card pada zona waktu kedua, serta sepuluh kartu kuning dan dua direct red card saat tiga puluh menit menjelang pertandingan berakhir.

NICOLA RIZZOLI
Pria Italia ini adalah pemimpin laga all German-Champions League final di Wembley tahun lalu. Pengadil yang telah menjadi wasit internasional sejak tahun 2007 ini juga berprofesi sebagai arsitek. Pada babak kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi Eropa, wasit berpostur 180cm ini ditugaskan memimpin empat laga. Tak ada kartu merah, hanya sepuluh kartu kuning dengan rincian per zona waktu secara berurutan: dua, tiga, dan lima kartu kuning.

CARLOS VELASCO CARBALLO
Kepemimpinan pria Spanyol berpostur 178cm ini pada partai pembuka Euro 2012 menjadi teror tersendiri. Pertandingan yang mempertemukan tuan rumah melawan Yunani tersebut menghasilkan empat kartu kuning, satu direct red card, dan satu indirect red card. Tuan rumah diuntungkan terlebih dahulu ketika Papastathopoulos menerima kartu kuning kedua sembilan menit setelah menerima yang pertama di menit ’35. Jumlah pemain yang bertanding menjadi seimbang ketika penjaga gawang tuan rumah di usir pada menit ’68. Tapi, selama memimpin tiga laga babak kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi Eropa wasit kelahiran tahun 1971 ini hanya mengeluarkan enam kartu kuning: satu di zona waktu kedua dan lima pada zona waktu ketiga. Sang insinyur yang memperoleh lisensi wasit internasional di usia 27 tahun ini adalah wasit pada partai final Europa League 2011 yang mempertemukan sesama klub asal Portugal: Porto kontra Sporting Braga.

MILORAD MAZIC
Dua kartu kuning saat pertandingan baru berjalan selama tiga puluh menit, lima kartu kuning saat lima belas menit menjelang dan seusai istirahat tengah babak, dan delapan kartu kuning serta satu direct red card di zona waktu ketiga adalah rincian kartu yang dikeluarkan pengadil berpostur 181cm asal Serbia ini selama memimpin empat partai di babak kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi Eropa. Wasit kelahiran tahun 1973 ini memperoleh lisensi sebagai wasit internasional pada tahun 2009. (soe)

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: