Archive for the category “Referee”

Secuil Profil Pengadil di Brasil-5

Konfederasi Eropa (UEFA)

JONAS ERIKSSON
Dikenal sebagai multimillionaire referee setelah ia menjual lima belas persen sahamnya di sebuah media televisi di Swedia. Kekayaan yang melimpah tidak membuatnya kemudian berhenti melanjutkan hobinya: sebagai wasit. Pengadil yang tahun ini memasuki usia empat puluh tahun memimpin lima laga babak kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi Eropa. Dengan catatan 25 kartu kuning dan satu indirect red card. Jumlah terbanyak diantara wasit UEFA lainnya yang berangkat ke Brasil 2014. Wasit berpostur 194 cm ini mencabut sebanyak delapan kartu kuning pada tiga puluh menit awal pertandingan, lima kartu kuning di zona waktu kedua, dan dua belas kartu kuning serta satu indirect red card pada zona waktu ketiga. Salah satu capaian tertinggi wasit yang memperoleh lisensi internasional pada tahun 2002 ini adalah saat memimpin partai UEFA Super Cup tahun 2013 ketika Bayern berhadapan dengan Chelsea.

PEDRO PROENÇA OLIVEIRA ALVES GARCIA
Wasit kelahiran tahun 1970 ini memimpin lima laga kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi Eropa. Menghasilkan catatan rata-rata 4,8 kartu kuning dalam satu pertandingan, berikut rinciannya: lima kartu kuning di zona waktu pertama, tujuh kartu kuning ketika lima belas menit menjelang dan setelah turun minum, dan dua belas kartu kuning serta satu indirect red card. Pria yang juga berprofesi sebagai financial advisor ini pernah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan pada bulan Agustus 2011, dimana ia diserang oleh seorang pria tak dikenal yang berujung luka-luka di sekitar mulut dan gigi patah. Pengadil yang berlisensi internasional sejak tahun 2003 ini meraih kegemilangan karirnya di tahun 2012. Wasit berpostur 180cm ini ditunjuk sebagai wasit pada laga final Champions League 2012 dan Euro 2012. Mungkin karena performa apiknya sepanjang tahun 2012, pada Januari 2013 IFFHS menganugerahi pengadil asal Portugal ini sebagai wasit terbaik tahun 2012.

HOWARD MELTON WEBB
Katanya, wasit berkepala plontos ini adalah salah satu wasit yang selalu membuahkan kontroversi selepas ia meniupkan peluit panjang di setiap pertandingan. Saat penunjukan pria berpostur 188cm sebagai pengadil pada final Piala Dunia 2010 menjadi kontroversi tersendiri. Benar saja, selama 121 menit ia mengeluarkan empat belas kartu kuning termasuk satu indirect red card untuk Heitinga. Rekor ini memecahkan rekor enam kartu kuning pada final Piala Dunia tahun 1986. Tapi, hanya dua belas kartu kuning yang dikeluarkan selama memimpin empat pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi Eropa. Tak satu pun kartu pada zona waktu pertama, dan masing-masing enam kartu kuning dai zona waktu kedua dam ketiga. Selain memimpin final Piala Dunia 2010, ditunjuk sebagai wasit pada final Champions League 2010 serta penghargaan sebagai Member of the Most Excellent Order of the British Empire (MBE) melengkapi puncak karir wasit kelahiran tahun 1971 ini. Bakat sang mantan sersan polisi ini mengalir dari ayahnya yang juga seorang wasit sepakbola. Menyelesaikan kursus wasit di usia sembilan belas tahun, lima belas tahun kemudian ia memperoleh lisensi internasionalnya yang ditandai dengan memimpin laga antara Irlandia Utara kontra Portugal pada tanggal 15 November 2005. Pertandingan puncak lainnya yang pernah ia pimpin adalah Community Shield tahun 2005 dan final Piala FA di tahun 2009.

SVEIN ODDVAR MOEN
Kartu kuning yang diterima Mario Balotelli pada menit ke-72 adalah satu-satunya indirect red card yang diberikan pengadil asal kelahiran tahun 1979 ini selama memimpin tiga laga babak kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi Eropa. Si Bengal terpaksa menyudahi permainan melawan Republik Ceska karena ia telah menerima kartu kuning pertama tiga menit sebelumnya. Wasit yang berlisensi internasional sejak tahun 2005 ini rata-rata mencabut 2,7 kartu kuning pada satu pertandingan kualifikasi. Pria Norwegia dengan postur 185cm ini mengeluarkan masing-masing satu kartu kuning di zona waktu pertama dan kedua, serta enam kartu kuning dan satu indirect red card ketika waktu memasuki tiga puluh menit menjelang pertandingan berakhir.

BJÖRN KUIPERS
Ialah satu-satunya wasit, di Piala Dunia Brasil 2014, yang telah merasakan atmosfer layaknya memimpin final Piala Dunia di Brasil. Pria Belanda ini ditugaskan memimpin partai final yang mempertemukan tuan rumah melawan Spanyol di Piala Konfederasi 2013, sering juga disebut Piala Dunia mini. Kenapa disebut Piala Dunia? Karena diwakili oleh masing-masing konfederasi. Kenapa disebut mini? Karena hanya diwakili oleh para jawara tiap konfederasi saja. Kembali ke pria berpostur 182 cm ini. Ia yang telah menjadi wasit profesional sejak tahun 2006 ini mendapatkan bakatnya dari sang ayah yang juga wasit sepakbola. Wasit yang memimpin final Champions League 2014 ini ditugaskan sebagai wasit pada lima pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi Eropa. Catatan kartunya: tiga kartu pada tiga puluh menit awal pertandingan, tiga belas kartu kuning dan satu direct red card di zona waktu kedua, dan tujuh kartu kuning pada zona waktu ketiga.

CÜNEYT ÇAKIR
Pengadil kelahiran tahun 1976 ini memperoleh lisensi internasionalnya pada usia tiga puluh tahun. Setahun kemudian, wasit yang juga berprofesi di bidang asuransi ini mendapatkan pengalaman pahit saat sedang memimpin sebuah partai dimana saat ia sedang menghadapi kemarahan sang penjaga gawang, Bülent Ataman, tiba-tiba sekepal tangan seorang pelatih penjaga gawang mendarat di wajahnya. Rata-rata, wasit berpostur 177cm ini mengeluarkan lima kartu kuning dalam satu pertandingan ketika ditugaskan memimpin empat pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi Eropa. Tidak ada kartu kuning yang ia keluarka pada zona waktu pertama, tujuh kartu kuning saat lima belas menit menjelang dan seusai turun minum, serta tiga belas kartu kuning, dua indirect red card, dan dua direct red card di zona waktu ketiga. Dua pertandingan sangat prestisius ia kawal di tahun 2012: partai final Euro dan final Piala Dunia Antar Klub.

FELIX BRYCH
Anda masih ingat dengan “gol hantu” pada pertandingan Leverkusen kontra Hoffenheim di Bundesliga bulan Oktober 2013 silam? Kebetulan yang menjadi pengadil saat itu adalah sang doktor ilmu hukum ini. Nada miring pun terdengar selepas pria kelahiran tahun 1975 ini memimpin partai final Europa League 2014, dimana ia dikritik karena keputusan-keputusannya banyak menguntungkan Sevilla. Wasit berperawakan 185cm ini mempunyai catatan rata-rata kartu kuning dan kartu merah tertinggi diantara pengadil asal UEFA yang berangkat ke Brasil 2014. Tercatat 5,5 kartu kuning dan 0,75 kartu merah dalam satu pertandingan. Rinciannya sebagai berikut: tiga kartu kuning pada zona waktu pertama, sembilan kartu kuning dan satu direct red card pada zona waktu kedua, serta sepuluh kartu kuning dan dua direct red card saat tiga puluh menit menjelang pertandingan berakhir.

NICOLA RIZZOLI
Pria Italia ini adalah pemimpin laga all German-Champions League final di Wembley tahun lalu. Pengadil yang telah menjadi wasit internasional sejak tahun 2007 ini juga berprofesi sebagai arsitek. Pada babak kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi Eropa, wasit berpostur 180cm ini ditugaskan memimpin empat laga. Tak ada kartu merah, hanya sepuluh kartu kuning dengan rincian per zona waktu secara berurutan: dua, tiga, dan lima kartu kuning.

CARLOS VELASCO CARBALLO
Kepemimpinan pria Spanyol berpostur 178cm ini pada partai pembuka Euro 2012 menjadi teror tersendiri. Pertandingan yang mempertemukan tuan rumah melawan Yunani tersebut menghasilkan empat kartu kuning, satu direct red card, dan satu indirect red card. Tuan rumah diuntungkan terlebih dahulu ketika Papastathopoulos menerima kartu kuning kedua sembilan menit setelah menerima yang pertama di menit ’35. Jumlah pemain yang bertanding menjadi seimbang ketika penjaga gawang tuan rumah di usir pada menit ’68. Tapi, selama memimpin tiga laga babak kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi Eropa wasit kelahiran tahun 1971 ini hanya mengeluarkan enam kartu kuning: satu di zona waktu kedua dan lima pada zona waktu ketiga. Sang insinyur yang memperoleh lisensi wasit internasional di usia 27 tahun ini adalah wasit pada partai final Europa League 2011 yang mempertemukan sesama klub asal Portugal: Porto kontra Sporting Braga.

MILORAD MAZIC
Dua kartu kuning saat pertandingan baru berjalan selama tiga puluh menit, lima kartu kuning saat lima belas menit menjelang dan seusai istirahat tengah babak, dan delapan kartu kuning serta satu direct red card di zona waktu ketiga adalah rincian kartu yang dikeluarkan pengadil berpostur 181cm asal Serbia ini selama memimpin empat partai di babak kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi Eropa. Wasit kelahiran tahun 1973 ini memperoleh lisensi sebagai wasit internasional pada tahun 2009. (soe)

Advertisements

Secuil Profil Pengadil di Brasil-4

Konfederasi Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF)

ROBERTO MORENO SALAZAR
Apa yang sedang Anda lakukan di umur 26 tahun? Merintis karir di dunia kerja? Atau mungkin sedang menyusun tesis? Jika pertanyaan ini diajukan kepada wasit asal Panama ini, maka jawabannya adalah ia sedang merintis karirnya sebagai wasit. Di umurnya yang masih muda itu, pria kelahiran tahun 1970 ini sudah mendapatkan lisensi sebagai internasional. Enam pertandingan kualifikasi Pilaa Dunia 2014 zona konfederasi CONCACAF ia pimpin. Tak banyak kartu dikeluarkan oleh pengadil berpostur 180cm ini. Rata-rata hanya 2,8 kartu kuning ia cabut dari sakunya, dan tak sekalipun ia mengusir pemain. Rincian kartu kuningnya: satu di zona waktu pertama, empat pada zona waktu kedua, dan dua belas saat memasuki tiga puluh menit menjelang pertandingan berakhir.

MARCO ANTONIO RODRÍGUEZ MORENO
Sekitar delapan bulan menjelang hari jadinya yang ke-26 tahun, wasit asal Mexico ini memulai debut internasionalnya. Tiga Maret 1999 saat itu, partai antara Paraguay kontra Guatemala merupakan titik awal karirnya sebagai wasit berlisensi internasional. Bila ditilik dari partai yang ia pimpin selama babak kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi CONCACAF, wasit berpostur 179cm inilah yang paling sedikit beraksi: hanya tiga partai yang ia pimpin. Sedikitnya jumlah partai yang ia pimpin bertolak belakang dengan kartu yang ia keluarkan. Tercatat bahwa pengadil yang juga pastor ini mengeluarkan enam belas kartu kuning dan satu kartu merah. Rata-rata 5,3 kartu kuning adalah yang tertinggi diantara wasit asal CONCACAF yang berangkat ke Brasil 2014. Tidak pernah mengeluarkan kartu pada zona waktu pertama, delapan kartu kuning saat menjelang dan setelah turun minum, serta delapan lagi kartu kuning plus satu kartu merah pada zona waktu ketiga.

JOEL ANTONIO AGUILAR CHICAS
Piala Dunia 2014 adalah kali kedua ia ditugasi menjadi pengadil di lapangan hijau setelah empat tahun sebelumnya ia ditunjuk saat perhelatan diadakan di negerinya Nelson Mandela, walaupun saat itu hanya menjadi wasit cadangan. Pengadil yang segera berusia 39 tahun pada dua Juli esok ini tidak terlalu royal memberikan kartu kepada pemain. Hanya tiga kartu kuning saat tiga puluh menit pertandingan baru berjalan, enam kartu kuning di zona waktu kedua dan ketiga saat memimpin lima pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi CONCACAF. Tak sekali pun wasit berpostur 17cm ini meng-espulso kan pemain. Rata-rata hanya tiga kartu kuning dalam satu pertandingan yang dikeluarkan pengadil yang berlisensi internasional sejak tahun 2001 ini.

WALTER LOPEZ
Ialah wasit kedua yang paling banyak memimpin pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi CONCACAF. Tujuh pertandingan dipimpin pengadil kelahiran 1980 ini. Wasit yang berlisensi internasional sejak tahun 2006 ini rata-rata ia mengeluarkan 4,6 kartu dalam satu pertandingan. Rinciannya: delapan kartu kuning di zona waktu pertama, sembilan kartu kuning dan satu indirect red card pada zona waktu kedua, dan lima belas kartu kuning pada waktu tiga puluh menit menjelang pertandingan usai.

MARK GEIGER
Bila Walter Lopez nomor duanya, maka MLS Referee of the Year tahun 2011 inilah pengadil yang paling banyak memimpin laga kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi CONCACAF. Selain banyaknya pertandingan, wasit yang juga guru matematika ini pun yang paling banyak mengeluarkan direct red card: dua pemain El Savador ia usir dalam tempo waktu berselang hanya lima menit pada pertandingan melawan Kosta Rika. Eliseo Quintanilla di menit ’87, menyusul kemudian Alfedo Pacheco pada menit ’92. Sedangkan catatan kartu kuning pria berpostur 177cm ini: masing-masing sembilan kartu kunig pada zona waktu pertama dan ketiga serta tujuh belas kartu saat menjelang dan setelah istirahat. Berbeda dengan empat rekan lainnya yang berangkat ke Brasil 2014, yang memperoleh lisensi internasional pada umur rata-rata 26 tahun, Geiger mendapatkannya saat berusia 34 tahun. Laga Mexico kontra Cile pada tanggal 24 September 2008 adalah laga debut internasionalnya. (soe)

Secuil Profil Pengadil di Brasil-3

Konfederasi Amerika Selatan (CONMEBOL)

ENRIQUE OSSES
Ignacio González mungin satu nama yang tak terlupakan oleh wasit asal Chile ini. Bagaimana tidak, wasit yang berlisensi internasional sejak tahun 2005 ini mendapatkan bogem dari sang kiper yang tidak terima dengan kartu kuning kedua yang diterimanya. Memang sang pengadil kelahiran tahun 1974 ini sering disebut sebagai wasit yang ringan tangan menghukum pemain. Namun, catatannya selama memimpin empat laga kualifikasi Piala Dunia di konfederasi Amerika Selatan tidak mencerminkan hal tersebut. Tercatat ia mengeluarkan rata-rata 4,5 kartu kuning dan hanya satu indirect red card dalam laga-laga tersebut. Catatan ini bukanlah yang tertinggi diantara enam wasit zona CONMEBOL yang berangkat ke Brasil 2014. Pria berpostur 180cm ini mengeluarkan tiga kartu kuning dan satu indirect red card di zona waktu pertama, dua kartu kuning pada zona waktu berikutnya, dan tiga belas kartu kuning pada waktu tiga puluh menit menjelang akhir pertandingan. Satu peristiwa menggelitik terjadi saat ia memimpin pertandingan Copa Libertadores antara Nacional (Uruguay) kontra Barcelona (Ecuador) di tahun 2013. Ia memberikan kartu kuning kedua kepada pemain Nacional, Alejandro Lembo, namun tak segera mencabut kartu merah tanda ia mengusir sang pemain. Hal ini berlangsung hingga lima menit kemudian setelah ia menyadari jika telah melakukan kesalahan 😀

VÍCTOR HUGO CARRILLO CASANOVA
Lima kartu kuning pada tiga puluh menit awal pertandingan, sembilan kartu kuning plus satu direct red card di zona waktu kedua, dan tiga belas kartu kuning serta satu direct red card pada zona waktu ketiga adalah sekelumit catatan pengadil berpostur 180 cm ini selama memimpin lima pertandingan kualifikasi Piala Dunia di konfederasi Amerika Selatan. Dua puluh sembilan kartu yang dikeluarkan wasit kelahiran tahun 1975 tersebut menjadi jumlah tertinggi diantara kelima wasit lainnya. Pria asal Peru ini mendapatkan lisensi wasit internasionalnya pada tahun 2005.

CARLOS ALFREDO VERA RODRÍGUEZ
Jumlah kartu yang dikeluarkan pengadil kelahiran tahun 1976 ini selama memimpin empat laga pada babak kualifikasi Piala Dunia konfederasi Amerika Selatan bertolak belakang dengan rekannya asal Peru tadi. Hanya empat belas kartu yang dicabut dari saku wasit yang memperoleh lisensi internasional pada tahun 2006 ini untuk memperingatkan para pemain. Jumlah yang paling rendah dibanding lima wasit lainnya. Pria Ekuador berpostur 176 cm ini mengeluarkan empat kartu kuning pada zona waktu pertama, tujuh kartu kuning saat menjelang dan setelah turun minum, serta tiga kartu kuning di zona waktu ketiga.

WILMAR ROLDAN
Empat kartu kuning pada laga Argentina kontra Cile, Enam kartu kuning saat Peru menjamu Argentina, dan delapan kartu kuning ketika Uruguay meladeni perlawanan Paraguay. Tersebut daftar delapan belas kartu kuning yang dikeluarkan wasit asal Kolombia yang juga pastor ini selama memimpin tiga partai kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi CONMEBOL. Rinciannya: empat kartu kuning di zona waktu pertama, dan masing-masing tujuh kartu kuning di dua zona waktu berikutnya. Dapat disimpulkan bahwa wasit yang memperoleh lisensi internasional pada tahun 2008 ini mengeluarkan rata-rata enam kartu kuning dalam satu pertandingan kualifikasi. Catatan wasit berusia 34 tahun ini adalah yang kedua tertinggi diantara wasit asal zona CONMEBOL yang berangkat ke Brasil.

NESTOR PITANA
Jika Roldan adalah runner-up wasit yang paling ringan tangan mengangkat kartu kuning selama memimpin pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi CONMEBOL, wasit berpostur 193 cm ini adalah nomor wahidnya. Dua kartu kuning di saat tiga puluh menit pertama, sebelas kartu kuning pada zona waktu kedua, dan tiga belas kartu kuning di waktu memasuki tiga puluh menit menjelang pertandingan berakhir. Pengadil yang memperoleh lisensi internasional pada tahun 2010 ini hanya memimpin empat pertandingan kualifikasi. Tapi, inilah buah ringan tangannya wasit asal Argentina ini: Enam kartu kuning saat memimpin Peru melawan Kolombia, lima ketika Venezuela bersua Ekuador, delapan di kala Venezuela kontra Peru, dan tujuh saat Chile ditantang Uruguay. Pertarungan Chile kontra Uruguay sendiri menjadi catatan kontroversial pria kelahiran tahun 1975 ini bersama para asistennya ketika mereka luput atas insiden pemukulan oleh Luis Suarez kepada Gonzalo Jara. Salah satu partai puncak yang pernah ia pimpin adalah laga final Copa Libertadores 2013 yang mempertemukan Olimpia Asuncion melawan Athletico Mineiro.

SANDRO RICCI
Wasit asal Brasil ini adalah seorang “pencuri” di mata Neymar, seperti yang dikicaukannya di Twitter pada tahun 2010 setelah pertandingan Santos dipimpin oleh pengadil kelahiran tahun 1974 ini. Lima, sembilan, dan empat kartu kuning serta satu indirect red card adalah catatan pada zona waktu pertama, kedua, dan ketiga wasit dengan postur 183 cm selama memimpin empat pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 zona konfederasi CONMEBOL. Memperoleh lisensi internasionalnya pada tahun 2011, di tahun sebelumnya ia terpilih sebagai salah satu top referee di Brasil. Namun di suatu pertandingan, kesalahan fatal yang akan selalu diingat adalah alpanya ia mengusir pemain setelah mendapatkan kartu kuning kedua. Ia memberikan kartu kuning pertama kepada pemain yang berbeda kilahnya. (soe)

Secuil Profil Pengadil di Brasil-2

Konfederasi Asia (AFC)

RAVSHAN SAYFIDDINOVICH IRMATOV
Diantara lima wasit yang berasal dari konfederasi Asia pada Piala Dunia kali ini, wasit dengan tinggi 183 cm ini adalah yang paling pertama mendapatkan lisensi internasional. Diperoleh pada tahun 2003, pertandingan antara Vietnam dan Lebanon pada tanggal 31 Maret 2004 adalah partai internasional pertama yang dipimpin oleh pria asal Uzbekistan ini. Enam pertandingan kualifikasi menuju Brasil 2014 di konfederasi Asia ia pimpin. Tak satu pun kartu merah dikeluarkan pria kelahiran 1977 ini. Catatan rata-rata 3,2 kartu kuning keluar dari sakunya, termasuk yang paling randah diantara keempat wasit lainnya. Rincian jumlah kartu kuning yang keluar dari sakunya pada tiga zona waktu masing-masing: tiga di zona waktu pertama, sembilan saat zona waktu kedua, dan tujuh kartu kuning pada zona waktu ketiga. Wasit terbaik di Asia selama empat tahun berturut-turut (2008 s.d. 2011) ini memperoleh talenta pengadilnya dari sang ayah yang juga seorang wasit. Beberapa pertandingan bergengsi yang pernah ia pimpin antara lain: final FIFA Club World Cup tahun 2008 dan 2011, opening match Piala Dunia tahun 2010, dan final Piala Asia tahun 2011

YUICHI NISHIMURA
Pertemuan antara Thailand berhadapan dengan Uni Emirat Arab pada 13 Oktober 2004 adalah pertandingan internasional pertama yang dipimpin oleh wasit terbaik J.League tahun 2009 dan 2010 ini. Pria berperawakan kurus dengan tinggi 181 cm ini memimpin enam laga kualifikasi Piala Dunia 2014, menghasilkan sembilan belas kartu kuning. Catatan yang sama dengan Irmatov. Bedanya, lebih dari lima puluh persen diantaranya dikeluarkan pria kelahiran 1972 ini saat menjelang berakhirnya pertandingan atau di zona waktu ketiga. Di zona waktu pertama hanya empat kartu dan tiga kartu di zona waktu kedua. Wasit final AFC Champions League 2010 ini tidak pernah mengeluarkan kartu merah pada enam pertandingan kualifikasi tersebut. Dan… ia adalah wasit pada partai pembuka Piala Dunia 2014.

BENJAMIN JON WILLIAMS
Mungkin diantara Anda wahai penggila sepakbola Indonesia yang tak pernah absen mendukung timnas di Gelora Bung Karno masih ingat dengan wasit berpostur 185 cm ini? Atau malah tidak sama sekali. Ialah sang pengadil dari Australia saat Indonesia menundukkan Turkmenistan 4-3. Pertandingan yang dipimpin wasit kelahiran tahun 1977 ini menghasilkan delapan kartu kuning, dimana dua kartu kuning berujung pada indirect red card untuk tim tamu. Ditilik dari jumlah kartu yang keluar dari saku wasit, pertandingan di Jakarta ini adalah salah satu dari dua pertandingan terkotor pada kualifikasi Piala Dunia di konfederasi Asia yang dipimpin oleh wasit yang terpilih berangkat ke Brasil 2014: delapan kartu kuning dan satu kartu merah. Empat belas kartu kuning dan dua kartu merah dikeluarkan oleh 2013 AFC Referee of the Year ini pada tiga puluh menit menjelang pertandingan berakhir saat memimpin enam laga kualifikasi. Wasit yang juga berprofesi sebagai guru ini mengeluarkan dua kartu kuning pada zona waktu pertama dan lima kartu kuning pada zona waktu kedua.

NAWAF ABDULLA GHAYYATH SHUKRALLA
Tiga puluh empat kartu kuning, dua indirect red card, serta satu red card harus dikeluarkan dari saku wasit asal Bahrain ini saat memimpin enam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 konfederasi Asia. Dengan rata-rata 5,7 kartu kuning per pertandingan, menjadikan pria yang juga berprofesi sebagai legal researcher ini yang paling royal menghukum pemain dibanding empat wasit asal AFC lainnya. Pengadil kelahiran tahun 1976 ini dua kali mengusir pemain dengan satu indirect red card dan satu red card serta tiga belas kartu kuning pada zona waktu kedua. Di saat waktu pertandingan menyisakan tiga puluh menit adalah dimana sang hakim berpostur 174 cm ini mengeluarkan banyak kartu: enam belas kartu kuning dan satu indirect red card. Sedangkan, hanya lima kartu kuning saja pada zona waktu pertama.

ALIREZA FAGHANI
Mengikuti jejak sang ayah: Mohammad Faghani sebagai wasit sepakbola, pria Iran kelahiran tahun 1978 ini mendapatkan lisensi internasionalnya pada tahun 2008. Partai internasional pertama yang dipimpinnya adalah ketika Maladewa menghadapi Filipina pada tanggal 16 April 2009. Memimpin lima pertandingan kualifikasi Piala Dunia di konfederasi Asia, ia harus mengeluarkan tiga kartu kuning pada zona waktu pertama, satu kartu kuning di zona waktu berikutnya, dan lima belas kartu kuning pada zona terakhir. Pengadil berpostur 176 cm ini tidak pernah mengusir pemain pada enam pertandingan tersebut. (soe)

Secuil Profil Pengadil di Brasil-1

Tiga puluh tiga wasit sudah ditunjuk FIFA sebagai pengadil pada perhelatan Piala Dunia edisi Brasil 2014 ini. Konfederasi Asia (AFC), Afrika (CAF), dan Amerika Utara & Tengah (CONCACAF) diwakili masing-masing lima wasit. Enam pengadil dari konfederasi Amerika Selatan (CONMEBOL). Konfederasi Eropa (UEFA) dengan sepuluh wasit dan dua wasit dari konfederasi Oseania (OCF). Tulisan ini akan membahas sedikit profil para pengadil serta kiprah mereka selama babak kualifikasi Piala Dunia 2014.

Berbicara mengenai babak kualifikasi, akan mengerucut kepada data zona waktu saat para pengadil ini mengeluarkan kartu. Baik kartu kuning maupun merah. Kartu merah direct maupun indirect (kartu kuning kedua). Zona waktu dimaksud dibagi menjadi tiga: zona pertama saat tiga puluh menit pertama, zona kedua ketika lima belas menit menjelang turun minum dan setelahnya, serta zona ketiga saat tiga puluh menit terakhir pertandingan. Bagian pertama tulisan ini akan membahas para pengadil dari konfederasi AFC dan OCF.

Konfederasi Oseania (OFC)

PETER O’LEARY
Pengadil kelahiran tahun 1972 ini menjadi wasit internasional pada umur 31 tahun. Melakoni debutnya saat memimpin pertandingan antara Solomon Islands berhadapan dengan Australia pada tahun 2004. Piala Dunia 2014 adalah kali kedua ia terpilih sebagai wasit turnamen akbar sepakbola, setelah pada tahun 2010 dimana ia hanya sebagai pengadil standby dan tak memimpin satu pun pertandingan. Sebanyak tujuh pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 di zona konfederasi Oseania dipimpin wasit berpostur 186 cm ini. Tak ada satu pun kartu merah pada tujuh pertandingan tersebut. Namun, pria yang juga berprofesi sebagai guru biologi ini mengeluarkan rata-rata 3,3 kartu kuning per pertandingan. Zona waktu kedua adalah saat dimana wasit asal Selandia Baru ini banyak mengeluarkan kartu kuning. Tercatat ia mengganjar sepuluh kartu kuning pada masa tersebut. Sedangkan, zona waktu pertama ia hanya mengeluarkan lima kartu kuning. Delapan kartu sisanya pada waktu tiga puluh menit menjelang pertandingan berakhir.

Ada cerita unik saat ia dalam rangkaian penelitian dan pertemuan dengan beberapa official di Inggris. Kejadian ini bermula saat diundang Steve Bennett , wasit top Inggris, sebagai tamu pada pertandingan antara Aston Villa dan Sunderland. Pada pertandingan tersebut, Bennett yang bertindak sebagai fourth official harus menggantikan Alan Williams, asisten wasit, yang cedera. Seketika nama O’Leary dipanggil melalui pengeras suara untuk menggantikan peran Bennett sebagai fourth official. Jadilah ia wasit Selandia Baru pertama yang bertugas dalam sebuah pertandingan di Liga Inggris.

NORBERT HAUATA
Wasit asal Tahiti ini mendapat kepercayaan memimpin empat pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 di konfederasi Oseania. Pengadil yang berlisensi internasional sejak tahun 2008 ini memiliki catatan rata-rata 2,8 kartu kuning per pertandingan. Nihilnya kartu merah yang dikeluarkan pria berusia tiga puluh lima tahun ini menyamai catatan kartu kuning yang keluar dari sakunya pada zona waktu pertama. Namun, pengadil berpostur 176 cm ini mengeluarkan enam kartu kuning pada zona waktu kedua dan lima kartu kuning di zona waktu terakhir.

Konfederasi Afrika (CAF)

DANIEL FRAZER BENNETT
Guru adalah profesi pria asal Afrika Selatan ini jika tidak sedang memimpin pertandingan di lapangan hijau. Wasit dengan postur 182 cm ini memimpin empat laga kualifikasi Piala Dunia 2014 di konfederasi Afrika. Mengeluarkan empat belas kartu kuning serta dua pemain dari pertandingan adalah catatannya selama memimpin pertandingan-pertandingan tersebut. Rinciannya, pengadil berusia 37 tahun ini mengeluarkan empat kartu kuning di zona waktu pertama, tiga kartu kuning serta dua kartu merah di zona waktu kedua, dan tujuh kartu kuning pada tiga puluh menit terakhir pertandingan.

DJAMEL HAIMOUDI
Pengadil asal Aljazair ini memiliki catatan jumlah kartu kuning yang sama dengan Bennett saat memimpin empat laga kualifikasi Piala Dunia 2014 konfederasi Afrika: empat belas. Pria kelahiran tahun 1970 ini mengeluarkan dua kartu kuning di zona waktu pertama dan tiga kartu kuning di zona waktu berikutnya. Zona waktu ketiga menjadi saat dimana wasit berpostur 175 cm ini paling banyak memberikan kartu peringatan: sembilan kartu kuning. Sempat terjadi kontroversi pada saat ia memimpin laga Nigeria melawan Burkina Faso pada Piala Afrika tahun 2013 lalu. Terekam adegan dimana Vincent Enyeama, penjaga gawang Nigeria, mencoba mengangkat Haimoudi saat sang pengadil meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan yang dimenangkan oleh Tim Elang Super.

NOUMANDIEZ DESIRE DOUE
Anggota korps baju hitam berusia 43 tahun ini mendapatkan lisensi internasionalnya pada tahun 2004. Catatan 2011 CAF Referee of the Year asal Pantai Gading ini saat memimpin lima laga babak kualifikasi Piala Dunia 2014 konfederasi Afrika: lima kartu kuning pada zona waktu pertama, tujuh kartu kuning pada saat menjelang dan setelah turun minum serta sepuluh kartu kuning di zona waktu ketiga. Dibanding keempat pengadil lainnya, wasit yang pernah diserang saat sedang memimpin laga di tahun 2008 ini memiliki catatan rata-rata memberikan kartu kuning tertinggi.

BAKARY PAPA GASSAMA
Pengadil kelahiran tahun 1979 ini mendapatkan kesempatan memimpin lima pertandingan di babak kualifikasi Piala Dunia 2014 konfederasi Afrika. Dengan rataan empat kartu kuning di tiap pertandingan yang dipimpinnya, berikut rinciannya: dua kartu kuning di zona waktu pertama, empat kartu kuning saat menjelang dan setelah turun minum, serta yang terbanyak saat zona waktu ketiga: empat belas kartu kuning. Wasit berpostur 184 cm yang mendapatkan lisensi internasionalnya pada tahun 2007 ini cukup memiliki pengalaman internasional seperti saat memimpin pertandingan-pertandingan di ajang Olimpiade, Piala Afrika, Piala Dunia U-17 dan U-20.

NEANT ALIOUM
Wasit asal Kamerun ini tergolong wasit muda, di umurnya yang berusia 32 tahun sudah dipercaya untuk memimpin pertandingan-pertandingan di Piala Dunia 2014. Lima pertandingan yang dipimpin pengadil berpostur 189 cm di kualifikasi Piala Dunia 2014 konfederasi Afrika menghasilkan delapan belas kartu kuning dan mengusir dua pemain dengan satu direct red card dan satu indirect red card. Memeperoleh lisesnsi internasionalnya pada usia 26 tahun, ia digadang-gadang sebagai wasit terbaik masa depan dari benua hitam. (soe)

Post Navigation

%d bloggers like this: