Archive for the tag “2013 Turkey FIFA U-20 World Cup”

2013 Turkey FIFA U-20 World Cup Cities: Antalya

Medical Park adalah grup rumah sakit terbesar yang jaringan pelayanan kesehatannya tersebar di banyak provinsi di Turki. Mungkin benar ada semacam benang merah dan keterkaitan yang erat antara kesehatan dan olahraga. Eksistensi Medical Park di dunia olahraga Turki cukup besar dengan peran sebagai sponsor beberapa tim olahraga. Tim tersebut antara lain: tim bola basket pria Trabzonspor, tim bola basket pria dan wanita Galatasaray, tim bola voli wanita Galatasaray, dan tim sepakbola Antalyaspor.

Prestasi tim asal kota Antalya ini tak banyak. Hanya dua kali menjadi juara liga pada tahun 1982 dan 1986. Itu pun liga di kompetisi kasta kedua liga Turki yang saat ini dikenal dengan nama PTT 1. Lig. Ada satu gelar yang mungkin lebih prestisius dibanding dua gelar tadi. Runner-up Piala Turki edisi ke-38 pada musim 1999/00. Saat itu mereka memaksakan hingga babak extra time untuk menyelesaikan pertandingan yang akhirnya dimenangkan Galatasaray tersebut.

akdeniz-university-stadium3_fys-tff-org.jpg

Akdeniz University Stadium sumber: fys-tff-org

Karena Galatasaray keluar sebagai juara Liga Turki di musim yang sama, maka Antalyaspor sebagai runner-up Turkish Cup berhak melaju ke babak kualifikasi UEFA Cup musim 2000/01. Klub yang bermarkas di kota yang dahulunya adalah bagian dari Republik Romawi ini bertemu dengan Kəpəz PFC, peringkat dua Azerbaijan Premier League musim sebelumnya, pada babak kualifikasi. Mendapati lawan yang bukan kelasnya, Antalyaspor menghempaskan lawannya itu 5-0 di kandang dan 2-0 saat away ke Tofig Bahramov Republican Stadium di Baku.

Akdeniz University Stadium_fys.tff.org

Akdeniz University Stadium sumber: fys.tff.org

Selanjutnya The Scorpions melaju ke babak putaran pertama. Lawan di babak ini berstatus sama dengan mereka. Werder Bremen adalah finalis DFB Pokal 1999/00, tapi bukan juaranya. Bayern Munich mengambil peran yang sama dengan Galatasaray pada musim itu. Menjuarai liga dan Piala Domestik. Antalyaspor menjadi tuan rumah pada 1st leg. Kekalahan dua gol tanpa balas menjadi pekerjaan rumah bagi Thomas Schaaf saat kembali ke Jerman. Sang arsitek, yang baru saja meninggalkan Werder Bremen pertengahan Mei 2013 kemarin setelah empat belas tahun masa kepelatihannya, membalikkan keadaan dua minggu kemudian. Hat-trick Ailton melengkapi kemenangan 6-0 Werder Bremen.

Sampai dengan saat ini, kekalahan tersebut masih menjadi pertandingan terakhir klub yang bermarkas di Akdeniz University Stadium pada kompetisi antar klub Eropa. Dalam beberapa tahun terakhir Antalyaspor sudah berpindah kandang sebanyak tiga kali. Pertama di Ataturk Stadium, kemudian ke Marden Sports Complex, dan terakhir Akdeniz University Stadium yang berkapasitas 7.100 tempat duduk.

akdeniz-university-stadium2_fys-tff-org.jpg

Akdeniz University Stadium sumber: fys-tff-org

Cile, Inggris, Irak, dan Mesir yang tergabung di Grup E akan memainkan sebagian besar laga di stadion yang terletak di kota yang terkenal sebagai tempat tujuan liburan ini. Total ada tujuh pertandingan di Akdeniz University Stadium: lima pertandingan di Grup E, satu pertandingan di Grup F antara Uzbekistan yang berhadapan dengan Uruguay, dan satu pertandingan di babak enam belas besar yang akan mempertemukan peringkat satu Grup E dengan peringkat kedua Grup D dengan kemungkinan Inggris bertemu dengan Yunani, atau Paraguay bersua Cile, mungkin Mexico menantang Irak, atau bahkan mempertemukan sesama wakil Afrika: Mesir melawan Mali. (soe)

2013 Turkey FIFA U-20 World Cup Cities: Bursa

Kenalkah Anda dengan Pablo Martín Batalla? Pemuda kelahiran 16 Januari 1984 ini  turut membawa Vélez Sársfield menjuarai Clausura Primera División Argentina tahun 2005. Lima tahun berlalu, kali ini Ia telah menjadi bagian dari skuat yang menjuarai Süper Lig Turki musim 2009/10. Dengan bermodalkan koefisien Liga Turki, sang juara berhak tampil pada babak grup Liga Champions musim 2010/11. Bersama dengan S.C. Braga, Hapoel Tel Aviv F.C., Tottenham Hotspur, F.C. Twente, dan MŠK Žilina, keenam klub ini memulai debutnya di babak grup Liga Champions. Jangankan mendapat tiket Europa League, sebagai hadiah menduduki peringkat ketiga di babak grup Liga Champions, satu kemenangan pun tak mampu diraih jawara Liga Turki ini. Jadi, kenapa Batalla menjadi kalimat pembuka paragraf ini? Karena Ia adalah pencetak gol pertama bagi Bursaspor di babak grup Liga Champions.

Bursa Ataturk Stadium_bursaspor.org.tr

sumber: bursaspor.org.tr

20 November 2010. Pertandingan kelima di babak grup. Semua empat pertandingan sebelumnya dilalui dengan kekalahan dan tak mampu mencetak satu gol pun. Hasil di matchday pertama dengan lawan yang sama di partai ini sudah terulang kembali. Bila gol Roberto Soldado di menit ke 76’ pada pertemuan pertama telah menyegel kemenangan 4-0 sang tamu, maka gol Soldado di menit ke 55’ di pertemuan kedua ini membuat tuan rumah unggul 5-0 sementara. Entah karena dengan semangat juang yang tinggi atau karena sudah nothing to lose, empat belas kemudian Batalla mencetak gol bersejarah itu. Hasil pertandingan malam itu: 6-1 untuk tuan rumah.

Bursa Ataturk Stadium(2)_fys.tgg.org

sumber: fys.tgg.org

Di pertandingan terakhir grup yang sudah tak menentukan lagi bagi keduanya, Glasgow Rangers menyambangi markas Busaspor. Hasil imbang 1-1 menyudahi pertandingan ini. Kali ini sejarah baru tercipta kembali setelah Sercan Yildirim mencetak gol di malam itu. Sercan adalah pemain kelahiran Bursa pertama yang mencetak gol di babak grup Liga Champions. Gol bersejarah itu hanya disaksikan 9.673 pasang mata penonton yang memadati Bursa Atatürk Stadium.

Bursa Ataturk Stadium_fys.tgg.org

sumber: fys.tgg.org

Sepanjang babak grup ini, terjadi tren penurunan jumlah penonton di stadion yang berkapasitas 25.213 ini. Stadion dipenuhi 22.055 penonton saat pertandingan pertama melawan Valencia. Animo warga Bursa sangat tinggi menyaksikan klub sepakbola kota mereka berlaga di babak grup Liga Champions untuk pertama kalinya. Ketika menjamu Manchester United pada matchday keempat, jumlah penonton turun menjadi 19.050 penonton saja. Kondisi ini terjadi entah karena tiga kekalahan yang didapat pada tiga pertandingan sebelumnya atau karena sudah tak berpeluang bahkan untuk mendapat tiket ke Europa League. Keadaan ini semakin menjadi setelah gol perdana Tiago Manuel Dias Correia menyegel kemenangan 3-0 Manchester United malam itu. Bagi yang kurang familiar dengan namanya, dia adalah Bébé, satu angkatan dengan Javier Hernandez dan Chris Smalling.

Bursa Ataturk Stadium_europlan-online.de

sumber: europlan-online.de

Stadion yang terletak di kota dengan populasi lebih dari 2,5 juta penduduk ini menyimpan kenangan tersendiri bagi tim nasional Turki. Tercatat tiga pertandingan monumental Turki terjadi disini. Pertama, saat kualifikasi Piala Dunia tahun 1998 ketika mengalahkan Belanda 1-0 lewat gol tunggal Hakan Şükür. Kedua, saat mengalahkan Jerman 1-0 pada kualifikasi Euro 2000. Terakhir, saat menahan Republik Irlandia 0-0 di babak play-off agar melaju ke babak grup Euro 2000. Mengapa hasil seri ini monumental? Karena hasil seri 1-1 yang didapat empat hari sebelumnya di Dublin.

Bursa Ataturk Stadium(3)_fys.tgg.org

sumber: fys.tgg.org

Satu pertandingan semifinal, perempat final, dan babak enam belas besar menjadi tiga pertandingan di luar enam pertandingan babak grup Piala Dunia U-20 yang akan digelar di stadion ini. Sama seperti lima stadion lainnya yang nampaknya difokuskan satu stadion untuk satu grup, maka Bursa Atatürk Stadium akan menjadi host grup F dengan lima pertandingan. Satu pertandingan lagi akan mementaskan Trezeguet bersama kompatriotnya melawan skuat Inggris pada pertandingan terakhir di Grup E. Bukan dia. Iya, Trezeguet yang ini bukan David Sergio Trezeguet yang pernah bersinar di Juventus dan bermain di divisi kedua Liga Argentina. Tapi ia adalah pemain Al-Ahly berkebangsaan Mesir bertinggi 191 cm dengan nama lengkap Mahmoud Ibrahim Hassan yang pertama kali dipanggil “Trezeguet” oleh Badr Ragab, mantan gelandang Al-Ahly, karena kemiripan wajahnya dengan sang bintang. (soe)

2013 Turkey FIFA U-20 World Cup Cities: Kayseri

Pertandingan antara Kayserispor dan Sivasspor pada tanggal 17 September 1967 menjadi hari terakhir bagi empat puluh penikmat sepakbola yang turut memadati stadion Kayseri Atatürk. Berdasarkan beberapa informasi di ranah digital, semua ini berawal dari gol pemain Kayserispor yang bernama Oktay Aktan pada menit ke-20’. Beberapa menit kemudian terjadi keributan antar kedua tim yang berujung pada satu kartu merah kepada pemain Kayserispor. Uniknya, beberapa menit kemudian wasit mengubah keputusannya dan membatalkan kartu merah tersebut.

Keadaan di lapangan mungkin terkendali, namun penonton di tribun tidak. Keributan yang sudah pecah dari sehari sebelumnya ketika pendukung Sivasspor telah tiba di Kayseri dilanjutkan kembali di dalam stadion. Dimulai dari saling mengejek dan berlanjut dengan pelemparan batu diantara kedua pendukung. Tak hanya batu, beberapa pendukung ternyata telah mempersenjatai diri dengan tongkat pemukul dan pisau. Keadaan semakin memanas yang membuat sekelompok pendukung tim tamu terdesak. Sebagian mencoba mencari jalan keluar dengan memasuki lapangan, lainnya mengerubungi pintu keluar. Mereka yang mencoba memasuki lapangan segera dihadang polisi yang membuat mereka kembali berbalik bergabung dengan kerumunan yang dalam keadaan panik mencari pintu keluar terdekat.

kadir has stadium_d.haberciniz.biz

sumber: d.haberciniz.biz

Sedikitnya tiga ratus orang terluka menggenapi tragedi sore itu, yang kebanyakan merupakan pendukung Sivasspor. Apakah mungkin karena fakta tersebut atau dendam yang terlalu membara, keadaan kacau ini tak berhenti di dalam stadion. Saat meninggalkan stadion, sekelompok pendukung tim tamu memecahkan kaca-kaca kendaraan yang bernomor polisi daerah Kayseri. Perlakuan serupa turut diterima kendaraan-kendaraan yang bernomor polisi daerah Kayseri saat mereka berpapasan dengan bus pendukung tim tamu dalam perjalanan pulang ke Sivas. Tiga paragraf pembuka ini hanyalah penggalan salah satu tragedi sepakbola di Turki yang dirangkum dari berbagai sumber di dunia maya. Cerita lengkapnya dapat Anda cari sendiri.

Kadir Has Stadium_pcdn.500px.net

sumber: pcdn.500px.net

Namun saksi bisu tragedi itu kini telah tiada. Dalam usia empat puluh lima tahun ia menghilang untuk selamanya. Stadion yang dapat menampung 26.500 penonton ini ditutup pada tahun 2009. Jejaknya kini dihapus oleh berbagai pusat perkantoran, hotel, dan pusat perbelanjaan yang kini berdiri diatasnya paska dirobohkan pada tanggal 16 Januari 2009.

kadir has stadium_fys.tff.org

sumber: fys.tff.org

Hanya berselang satu bulan dua puluh hari, warga Kayseri dan pendukung Kayserispor dan Kayseri Erciyesspor mendapatkan stadion baru yang megah nan modern. Kadir Has Stadium. Partai antara Kayseri berhadapan dengan Fenerbahçe menandai diresmikannya stadion baru pada hari itu. Stadion yang berdiri di Atatürk Sports Complex ini berkapasitas 32.864 tempat duduk. Memiliki beberapa restoran, kafe, VIP area dan mampu menampung 1.785 mobil di lapangan parkirnya. Kabarnya, di sekitar stadion yang mendapat rating bintang empat UEFA ini akan dibangun dua pusat perbelanjaan.

Kadir Has Stadium_sporkeyfi.com

sumber: sporkeyfi.com

Kadir Has Stadium akan menjadi venue bagi delapan pertandingan. Dari enam pertandingan di Grup B, hanya pertandingan yang mempertemukan Korea Selatan dengan Nigeria saja yang dihelat di Istanbul: Ali Sami Yen Arena. Selebihnya lima pertandingan digelar di Kadir Has Stadium. Dua pertandingan di babak knock-out adalah satu pada babak enam belas besar dan perempat final. Oh ya… satu lagi pertandingan babak grup yang diselenggarakan disini adalah partai terakhir yang pemenangnya mungkin tidak akan menjadi juara atau runner-up di Grup A adalah kala Ghana bersua dengan Amerika Serikat. (soe)

kadir has stadium(2)_fys.tff.org

sumber: fys.tff.org

2013 Turkey FIFA U-20 World Cup Cities: Gaziantep

Mehmet Kamil Ocak. Lahir pada tanggal 19 Februari 1914. Serangan jantung mengakhiri hidupnya di hari Rabu pada tanggal 21 Mei 1969. Anak mantan seorang walikota Gaziantep, Mustafa Ocak, ini adalah lulusan Robert College di Istanbul pada tahun 1935. Anda para pecinta sastra postmodern sudah pasti tentu mengenal Orhan Pamuk. Penerima hadiah Nobel di bidang sastra tahun 2006 ini pun salah satu lulusan Robert College.

Kembali ke Mehmet Kamil Ocak. Di tahun 1941 Ia mulai memasuki dunia politik setelah selama tiga tahun bekerja di Bank Sentral Turki. Karir politiknya dimulai di Democrat Party yang turut membawanya pada kedudukan sebagai walikota Gaziantep selama satu tahun yang dimulai sejak akhir tahun 1955. Justice Party yang notabene partai baru di awal tahun 1960-an menjadi biduk politik beliau selanjutnya. Karirnya terus menanjak sampai puncaknya ia ditunjuk sebagai menteri olahraga Turki oleh Perdana Menteri Süleyman Demirel.

Atas kontribusinya dalam dunia olahraga, sebuah stadion baru di Gaziantep yang diresmikan pada tahun 1974 dinamakan Gaziantep Kamil Ocak Stadium.

kamil ocak stadium_gaziantep.gsb.gov.tr

Kamil Ocak Stadium – sumber: gaziantep.gsb.gov.tr

Stadion yang berkapasitas sekitar enam belas ribu kursi ini adalah home base dari klub Gaziantepspor. Klub yang berdiri delapan puluh lima hari lebih awal dari wafatnya Mehmet Kamil Ocak ini finish di peringkat sepuluh Spor Toto Super League musim 2012/13. Satu lagi klub sekota yang berkandang disini: Gaziantep Büyüksehir Belediyespor. Serupa dengan klub sekota yang tergolong klub papan tengah, klub ini menyelesaikan musim 2012/13 di peringkat tiga belas kasta kedua liga sepakbola profesional di Turki: PTT 1. League.

Sebagai klub yang belum pernah menjuarai Liga Turki, prestasi terbaik Gaziantepspor di liga adalah menduduki peringkat ketiga klasemen pada musim 1999/00 dan 2000/01, klub ini lumayan sering mondar-mandir tampil di kompetisi antar klub Eropa. Dimulai dengan keikutsertaan di Piala Intertoto tahun 1996. Di kompetisi yang akhirnya dijuarai Guingamp, Karlsruher SC, dan Silkeborg IF ini Gaziantepspor tergabung di Grup 10. Pengalaman pertama di kompetisi antar klub Eropa, Gaziantepspor berada di peringkat empat grup dari lima klub di klasemen akhir.

kamil ocak stadium_gaziantepspor.org.tr

Kamil Ocak Stadium – sumber: gaziantepspor.org.tr

Sempat beberapa musim vakum dari kompetisi antar klub Eropa, Gaziantepspor kembali berpartisipasi di musim 2000/01. Kali ini mereka berada di level kompetisi yang lebih baik: UEFA Cup (sekarang: Europa League). Capaian apa yang mereka raih? Dieliminasi Deportivo Alavés pada babak putaran pertama. Musim berikutnya mereka harus merangkak lebih awal dimulai dari babak kualifikasi di kompetisi antar klub Eropa yang sama dengan musim sebelumnya. Lagi-lagi perjalanan Eropa mereka terhenti di babak putaran pertama.

Dua musim kemudian, penampilan mereka di kompetisi antar klub Eropa membenarkan kata pepatah bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik dan juga practice makes perfect.  Mereka sudah tancap gas sejak babak putaran pertama. Hapoel Tel Aviv yang menyingkirkan mereka di kompetisi yang sama dua musim kemarin, kali ini mendapatkan karmanya. Selanjutnya wakil Perancis, RC Lens, mereka libas di dua leg dengan agregat 6-1 pada babak putaran kedua UEFA Cup.

kamil ocak stadium_fys.tff.org

Kamil Ocak Stadium – sumber: fys.tff.org

Peruntungan klub-klub Turki di musim 2003/04 UEFA Cup kali ini dapat dibilang sangat baik. Sampai di babak putaran ketiga, Gaziantepspor ditemani pula oleh: Galatasaray, Beşiktaş, dan Gençlerbirliği. Nama terakhir ini secara meyakinkan menggebuk Parma dengan agregat 4-0. Hal yang cukup unik dialami Galatasaray dan Beşiktaş. Keduanya bertemu wakil Spanyol yang berawalan “V”: Valencia dan Villarreal. Keduanya pun disingkirkan dengan agregat yang sama: 2-5. Namun, keberhasilan Gençlerbirliği yang berhasil menyingkirkan wakil Italia tak diikuti Gaziantepspor. AS Roma memulangkan mereka dengan agregat skor 1-2. Hasil di kompetisi di Eropa musim ini jadi pencapaian terbaik yang pernah mereka raih sejauh ini, bahkan saat mereka kembali bertarung di Europa League di musim 2011/12. Keberhasilan mengalahkan Minsk dengan agregat 6-2 hanya memberikan kebanggaan sesaat bagi para fans mereka, karena Legia Warsaw menghentikan langkah mereka di babak putaran ketiga.

Berbicara mengenai dukungan fans The Falcons, atmosfer yang mereka ciptakan setiap laga kandang sangat luar biasa. Bendera klub dimana-mana plus flare merah menyala selalu menghiasi stadion di kota terpadat ke enam di Turki ini. Populasi penduduk di Gaziantep lebih dari 1,3 juta jiwa. Wilayah ini termasuk salah satu pusat pertanian di Turki dengan hasil utama buah zaitun. Di Gaziantep pula terdapat kawasan industri terorganisir terbesar di Turki. Potensi lain yang cukup berkembang di Gaziantep adalah industri pariwisatanya.

kamil ocak stadium_i.onbesyirmibes.org

Kamil Ocak Stadium – sumber: i.onbesyirmibes.org

Akhir kata, semoga delapan pertandingan, enam pertandingan di babak grup dan dua pertandingan pada babak enam belas besar, FIFA U-20 World Cup yang akan dilangsungkan di stadion ini masih dapat berlangsung meriah meskipun tak satu pun pertandingan babak grup sang tuan rumah berlangsung disini. Ups… tunggu dulu. Bila Turki hanya finish sebagai runner-up grup, artinya tuan rumah akan masuk agenda pertandingan terakhir di stadion ini pada babak enam belas besar yang dijadwalkan akan mempertemukan runner-up Grup C dengan runner-up Grup A. Pertanyaannya kemudian adalah: negara mana yang berpeluang menduduki peringkat kedua di Grup A? Jawabannya: (Tanpa meremehkan kemampuan USA dan Ghana) kalau bukan Gerard Deulofeu dan kawan-kawan, ya… berarti Paul Pogba dan kawan-kawan. (soe)

2013 Turkey FIFA U-20 World Cup Cities: Trabzon

Sebut nama Trabzon di hadapan seorang penggemar sepakbola. Tak perlu sampai belajar membaca pikiran, Anda tahu kata pertama yang terlintas di kepalanya adalah Trabzonspor. Belum yakin? Cobalah. Trabzonspor adalah salah satu kekuatan sepakbola di Turki selain trio dari Istanbul: Galatasaray, Fenerbahçe, dan Beşiktaş.

Klub yang bermarkas di Hüseyin Avni Aker Stadium ini akan menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20 yang digelar mulai dari 21 Juni hingga 13 Juli. Stadion ini akan menggelar enam pertandingan, dengan rincian: empat pertandingan pada babak grup, satu pertandingan saat enam belas besar, dan satu pertandingan lagi saat semifinal.

Hüseyin Avni Aker-forumtayfa.net

Avni Aker – sumber: forumtayfa.net

Nama stadion yang berlokasi di daerah yang pada masa lampau merupakan salah satu jalur sutra ini merujuk pada nama seseorang yang konon ceritanya adalah guru pendidikan jasmani pertama di kota Trabzon. Stadion yang pada awal berdirinya di tahun 1951 hanya berkapasitas 2.500 tempat duduk, kini telah menambah daya tampung sekitar 25.000 tempat duduk setelah renovasi terakhir di tahun 2010.

Dengan kondisi geografis yang didominasi dataran tinggi dan bukit, kota Trabzon adalah salah satu daerah utama penghasil hazelnut, cherry, dan teh di Turki yang cukup berkontribusi di sektor perekonomian. Penggerak lain perekonomian di Trabzon adalah pelabuhannya. Berbatasan langsung dengan Laut Hitam, sudah sejak dahulu kala pelabuhan Trabzon menjadi penghubung perdagangan barang antara Eropa dan Timur Tengah. Sebagai kota di pinggir laut, Trabzon menyuplai kurang lebih dua puluh persen produksi ikan di Turki. Makanan khas lokal sejenis ikan asin, hamsi, pun banyak dijumpai di restoran-restoran kota Trabzon.

Penduduk Trabzon sangat dikenal dengan rasa humor, kecerdasan, dan kesetiaannya pada keluarga, agama, dan negara. Konon, Atatürk pun memilih pasukan pengamanan presiden dari penduduk di wilayah ini karena loyalitas dan kemampuan bertempur mereka.

Hüseyin Avni Aker-turkish-football.com

Avni Aker – sumber: turkish-football.com

Layaknya fans sepakbola di Turki, para pendukung Trabzonspor pun dikenal sangat fanatik. Mereka sangat terkenal dengan aksi di menit ke 61’ di setiap pertandingan Trabzonspor. Stadion sontak berubah penuh dengan kembang api dan confetti sepanjang satu menit. Angka 61 sendiri merujuk pada kode pos kota Trabzonspor.

Şenol Güneş yang membawa Turki menjadi peringkat tiga dunia saat Piala Dunia tahun 2002 adalah kebanggaan tersendiri bagi klub yang warna kostumnya terinspirasi dari Aston Villa ini. Ia memegang rekor tidak kebobolan selama 1.110 menit. Pada musim 1993/94 ia ditunjuk sebagai pelatih Trabzonspor yang turut andil mendatangkan kembar Arveladze: Shota dan Archil.

Hüseyin Avni Aker-doratasarim.com.tr

Avni Aker – sumber: doratasarim.com.tr

Pada musim 2011/12 menjadi berkah tersendiri bagi warga Trabzon. Menyaksikan klub kebanggaan berlaga di babak grup Liga Champions. Durian runtuh ini dijatuhkan federasi sepakbola Turki setelah mencoret keikutsertaan Fenerbahçe sebagai wakil Turki di Liga Champions yang merupakan juara liga di musim 2010/11. Pencoretan ini dikarenakan Fenerbahçe terlibat skandal pengaturan pertandingan oleh sang presiden klub. Sang presiden dihukum, namun gelar musim tersebut tak jatuh ke sang runner-up: Trabzonspor.

Musim itu menjadi cerita tersendiri bagi klub juara delapan kali Süper Lig, tujuh kali Turkish Cup dan delapan kali Turkish Super Cup ini. Klasemen akhir di musim 2010/11 hanya memberikan mereka tiket kualifikasi babak ketiga Liga Champions League. Agregat 1-3 melawan Benfica mengantarkan mereka ke fase turnamen Eropa berikutnya: play-off Liga Europa melawan Ahletic Bilbao. Menahan imbang Athletic Bilbao di Estadio de San Mamés pada tanggal 18 Agustus 2011, seminggu kemudian mereka sudah siap menjamu sang lawan di Turki. Namun pertandingan leg kedua tersebut batal, dikarenakan Trabzonspor menggantikan sang juara Turki di babak grup Liga Champions. Apa jadinya jika leg kedua tetap dilangsungkan? Mungkinkah Athletic Bilbao tetap bisa melaju sampai ke all Spanish Europa League final?

Keangkeran stadion Hüseyin Avni Aker pernah dirasakan oleh Liverpool, Internazionale, dan Olympique Lyon. Saat Kevin Keegan dan Ray Clmence membawa Liverpool menjuarai Liga Champions edisi 1976/77, di babak putaran kedua mereka harus melawat ke Hüseyin Avni Aker pada leg pertama. Apa hasilnya? Liverpool pulang dengan kekalahan 0-1. Beruntung bagi Liverpool, gol Keegan di menit ke 19’ menutup kemenangan 3-0 mereka leg kedua.

Hüseyin Avni Aker-aslantepe.biz

Avni Aker – sumber: aslantepe.biz

Kisah serupa dialami Bruno N’Gotty, bek Olympique Lyon ini harus melihat gawang timnya dibobol masing-masing empat kali baik saat bermain di kandang maupun tandang. Lain cerita saat Piala UEFA di musim 1983/84, Internazionale merasakan tangguhnya Trabzonspor di kandangnya. Saat leg pertama bertandang, punggawa sekelas Walter Zenga, Guiseppe Bergomi, dan Aldo Serena tak mampu menghindarkan Internazionale dari kekalahan 0-1. Namun kemenangan 2-0 di kandang membawa Internazionale melaju ke fase berikutnya.

Dua puluh delapan tahun kemudian kedua klub bertemu kembali, kali ini di fase grup Liga Champions 2011/12. Tak mau mengulangi kenangan lama, Trabzonspor mengalahkan Internazionale di Guiseppe Meazza. Trabzonspor tak terkalahkan di kandang selama fase grup, menuai hasil imbang tiga kali. Namun hanya empat laga ini saja yang berakhir positif menghasilkan poin untuk mereka. Menduduki peringkat ketiga, mereka harus kembali ke arena Piala Europa. PSV Eindhoven menuntaskan perjalanan Trabzonspor di kompetisi Eropa tahun itu. Hal yang lucu mengingat Trabzonspor harus bolak-balik Liga Champions – Europa League pada musim 2011/12.

Hüseyin Avni Aker-burdurweb.com

Avni Aker – sumber: burdurweb.com

Dari empat pertandingan babak grup yang dilangsungkan di Hüseyin Avni Aker, tiga diantaranya berlangsung di Grup C yang diisi Australia, El Savador, Kolombia, dan Turki. Dua kali tuan rumah bermain di stadion ini: 22 Juni saat menjamu El Savador dan seminggu kemudian saat menantang Australia di pertandingan terakhir tuan rumah di babak grup. Apa mungkin karena tuah yang dibawa Hüseyin Avni Aker membuat sang tuan rumah melangsungkan dua pertandingan grup di stadion ini? (soe)

Post Navigation

%d bloggers like this: