Archive for the tag “Valencia”

Stadion Paling Menghibur dan Tidak: di La Liga

Musim 2000 – 2001

Data La Liga_0001

FC Barcelona 75 39 Real Valladolid
Real Oviedo 69 40 Valencia CF
Real Madrid 68 41 UD Las Palmas
Real Zaragoza 63 41 RCD Espanyol
Villarreal CF 58 48 Celta de Vigo

 

Musim 2001 – 2002

Data La Liga_0102

Real Madrid 62 36 Valencia CF
FC Barcelona 61 39 Real Betis
Celta de Vigo 57 40 UD Las Palmas
RCD Espanyol 54 40 CA Osasuna
Deportivo de La Coruña 53 43 Deportivo Alavés

 

Musim 2002 – 2003

Data La Liga_0203

Real Madrid 74 38 Deportivo Alavés
FC Barcelona 67 40 Real Valladolid
Real Sociedad 59 41 Rayo Vallecano
Deportivo de La Coruña 59 43 Sevilla FC
RCD Mallorca 58 44 Celta de Vigo

 

Musim 2003 – 2004

Data La Liga_0304

Real Madrid 69 42 Real Betis
Málaga CF 62 45 Real Zaragoza
RCD Mallorca 61 45 Sevilla FC
Racing de Santander 55 46 Real Murcia
Valencia CF 54 46 Real Sociedad

 

Musim 2004 – 2005

Data La Liga_0405

Athletic Club 63 35 Getafe CF
Real Zaragoza 60 39 Albacete Balompié
RCD Mallorca 59 39 Levante UD
Real Betis 58 41 Atlético Madrid
Real Madrid 55 42 CD Numancia

 

Musim 2005 – 2006

Data La Liga_0506

Real Madrid 61 37 Athletic Club
FC Barcelona 60 38 Real Betis
Real Sociedad 58 38 Celta de Vigo
Getafe CF 56 39 Atlético Madrid
Real Zaragoza 52 41 Málaga CF

 

Musim 2006 – 2007

Data La Liga_0607

Gimnàstic de Tarragona 59 32 Getafe CF
Valencia CF 56 35 Deportivo de La Coruña
Sevilla FC 54 39 Real Betis
FC Barcelona 53 40 Atlético Madrid
RCD Espanyol 53 41 RCD Mallorca

 

Musim 2007 – 2008

Data La Liga_0708

Real Madrid  71 32 UD Almería
Atlético Madrid 71 36 Athletic Club 
Sevilla FC 66 37 Real Valladolid
Real Zaragoza 60 42 Racing de Santander
FC Barcelona 58 44 RCD Espanyol

 

Musim 2008 – 2009

Data La Liga_0809

Real Madrid 78 39 Real Valladolid
FC Barcelona 75 45 CD Numancia
Valencia CF 73 46 Recreativo de Huelva
Atlético Madrid 70 47 UD Almería
Sporting de Gijón 61 48 Deportivo de La Coruña

 

Musim 2009 – 2010

Data La Liga_0910

Real Madrid 78 37 CA Osasuna
FC Barcelona 68 37 RCD Espanyol
Atlético Madrid 61 38 Sporting de Gijón
Athletic Club 58 42 Málaga CF
RCD Mallorca 57 43 Deportivo de La Coruña

 

Musim 2010 – 2011

Data La Liga_1011

Real Madrid 73 39 Sporting de Gijón
Sevilla FC  62 41 Deportivo de La Coruña
Getafe CF 59 42 CA Osasuna
Málaga CF 58 44 RCD Mallorca
UD Almería 58 45 Levante UD

 

Musim 2011 – 2012

Data La Liga_1112

Real Madrid 89 35 Racing de Santander 
FC Barcelona  84 36 RCD Mallorca
Valencia CF 60 42 Granada CF
Sevilla FC 57 43 Real Zaragoza
Málaga CF 56 43 Getafe CF

 

Musim 2012 – 2013

Data La Liga_1213

Real Madrid 88 29 CA Osasuna
FC Barcelona  78 42 Granada CF
Valencia CF 67 44 Celta de Vigo
Real Sociedad 63 46 Real Betis
Sevilla FC 62 48 Getafe CF

 

Musim 2013 – 2014

Data La Liga_1314

Real Madrid 80 25 Elche CF
FC Barcelona  79 35 Levante UD
Rayo Vallecano 64 37 Real Valladolid
Sevilla FC 61 40 Granada CF
Athletic Club 60 44 Getafe CF

(sumber data: WhoScored.com)

Advertisements

2013 Turkey FIFA U-20 World Cup Cities: Bursa

Kenalkah Anda dengan Pablo Martín Batalla? Pemuda kelahiran 16 Januari 1984 ini  turut membawa Vélez Sársfield menjuarai Clausura Primera División Argentina tahun 2005. Lima tahun berlalu, kali ini Ia telah menjadi bagian dari skuat yang menjuarai Süper Lig Turki musim 2009/10. Dengan bermodalkan koefisien Liga Turki, sang juara berhak tampil pada babak grup Liga Champions musim 2010/11. Bersama dengan S.C. Braga, Hapoel Tel Aviv F.C., Tottenham Hotspur, F.C. Twente, dan MŠK Žilina, keenam klub ini memulai debutnya di babak grup Liga Champions. Jangankan mendapat tiket Europa League, sebagai hadiah menduduki peringkat ketiga di babak grup Liga Champions, satu kemenangan pun tak mampu diraih jawara Liga Turki ini. Jadi, kenapa Batalla menjadi kalimat pembuka paragraf ini? Karena Ia adalah pencetak gol pertama bagi Bursaspor di babak grup Liga Champions.

Bursa Ataturk Stadium_bursaspor.org.tr

sumber: bursaspor.org.tr

20 November 2010. Pertandingan kelima di babak grup. Semua empat pertandingan sebelumnya dilalui dengan kekalahan dan tak mampu mencetak satu gol pun. Hasil di matchday pertama dengan lawan yang sama di partai ini sudah terulang kembali. Bila gol Roberto Soldado di menit ke 76’ pada pertemuan pertama telah menyegel kemenangan 4-0 sang tamu, maka gol Soldado di menit ke 55’ di pertemuan kedua ini membuat tuan rumah unggul 5-0 sementara. Entah karena dengan semangat juang yang tinggi atau karena sudah nothing to lose, empat belas kemudian Batalla mencetak gol bersejarah itu. Hasil pertandingan malam itu: 6-1 untuk tuan rumah.

Bursa Ataturk Stadium(2)_fys.tgg.org

sumber: fys.tgg.org

Di pertandingan terakhir grup yang sudah tak menentukan lagi bagi keduanya, Glasgow Rangers menyambangi markas Busaspor. Hasil imbang 1-1 menyudahi pertandingan ini. Kali ini sejarah baru tercipta kembali setelah Sercan Yildirim mencetak gol di malam itu. Sercan adalah pemain kelahiran Bursa pertama yang mencetak gol di babak grup Liga Champions. Gol bersejarah itu hanya disaksikan 9.673 pasang mata penonton yang memadati Bursa Atatürk Stadium.

Bursa Ataturk Stadium_fys.tgg.org

sumber: fys.tgg.org

Sepanjang babak grup ini, terjadi tren penurunan jumlah penonton di stadion yang berkapasitas 25.213 ini. Stadion dipenuhi 22.055 penonton saat pertandingan pertama melawan Valencia. Animo warga Bursa sangat tinggi menyaksikan klub sepakbola kota mereka berlaga di babak grup Liga Champions untuk pertama kalinya. Ketika menjamu Manchester United pada matchday keempat, jumlah penonton turun menjadi 19.050 penonton saja. Kondisi ini terjadi entah karena tiga kekalahan yang didapat pada tiga pertandingan sebelumnya atau karena sudah tak berpeluang bahkan untuk mendapat tiket ke Europa League. Keadaan ini semakin menjadi setelah gol perdana Tiago Manuel Dias Correia menyegel kemenangan 3-0 Manchester United malam itu. Bagi yang kurang familiar dengan namanya, dia adalah Bébé, satu angkatan dengan Javier Hernandez dan Chris Smalling.

Bursa Ataturk Stadium_europlan-online.de

sumber: europlan-online.de

Stadion yang terletak di kota dengan populasi lebih dari 2,5 juta penduduk ini menyimpan kenangan tersendiri bagi tim nasional Turki. Tercatat tiga pertandingan monumental Turki terjadi disini. Pertama, saat kualifikasi Piala Dunia tahun 1998 ketika mengalahkan Belanda 1-0 lewat gol tunggal Hakan Şükür. Kedua, saat mengalahkan Jerman 1-0 pada kualifikasi Euro 2000. Terakhir, saat menahan Republik Irlandia 0-0 di babak play-off agar melaju ke babak grup Euro 2000. Mengapa hasil seri ini monumental? Karena hasil seri 1-1 yang didapat empat hari sebelumnya di Dublin.

Bursa Ataturk Stadium(3)_fys.tgg.org

sumber: fys.tgg.org

Satu pertandingan semifinal, perempat final, dan babak enam belas besar menjadi tiga pertandingan di luar enam pertandingan babak grup Piala Dunia U-20 yang akan digelar di stadion ini. Sama seperti lima stadion lainnya yang nampaknya difokuskan satu stadion untuk satu grup, maka Bursa Atatürk Stadium akan menjadi host grup F dengan lima pertandingan. Satu pertandingan lagi akan mementaskan Trezeguet bersama kompatriotnya melawan skuat Inggris pada pertandingan terakhir di Grup E. Bukan dia. Iya, Trezeguet yang ini bukan David Sergio Trezeguet yang pernah bersinar di Juventus dan bermain di divisi kedua Liga Argentina. Tapi ia adalah pemain Al-Ahly berkebangsaan Mesir bertinggi 191 cm dengan nama lengkap Mahmoud Ibrahim Hassan yang pertama kali dipanggil “Trezeguet” oleh Badr Ragab, mantan gelandang Al-Ahly, karena kemiripan wajahnya dengan sang bintang. (soe)

2013 Turkey FIFA U-20 World Cup Cities: Gaziantep

Mehmet Kamil Ocak. Lahir pada tanggal 19 Februari 1914. Serangan jantung mengakhiri hidupnya di hari Rabu pada tanggal 21 Mei 1969. Anak mantan seorang walikota Gaziantep, Mustafa Ocak, ini adalah lulusan Robert College di Istanbul pada tahun 1935. Anda para pecinta sastra postmodern sudah pasti tentu mengenal Orhan Pamuk. Penerima hadiah Nobel di bidang sastra tahun 2006 ini pun salah satu lulusan Robert College.

Kembali ke Mehmet Kamil Ocak. Di tahun 1941 Ia mulai memasuki dunia politik setelah selama tiga tahun bekerja di Bank Sentral Turki. Karir politiknya dimulai di Democrat Party yang turut membawanya pada kedudukan sebagai walikota Gaziantep selama satu tahun yang dimulai sejak akhir tahun 1955. Justice Party yang notabene partai baru di awal tahun 1960-an menjadi biduk politik beliau selanjutnya. Karirnya terus menanjak sampai puncaknya ia ditunjuk sebagai menteri olahraga Turki oleh Perdana Menteri Süleyman Demirel.

Atas kontribusinya dalam dunia olahraga, sebuah stadion baru di Gaziantep yang diresmikan pada tahun 1974 dinamakan Gaziantep Kamil Ocak Stadium.

kamil ocak stadium_gaziantep.gsb.gov.tr

Kamil Ocak Stadium – sumber: gaziantep.gsb.gov.tr

Stadion yang berkapasitas sekitar enam belas ribu kursi ini adalah home base dari klub Gaziantepspor. Klub yang berdiri delapan puluh lima hari lebih awal dari wafatnya Mehmet Kamil Ocak ini finish di peringkat sepuluh Spor Toto Super League musim 2012/13. Satu lagi klub sekota yang berkandang disini: Gaziantep Büyüksehir Belediyespor. Serupa dengan klub sekota yang tergolong klub papan tengah, klub ini menyelesaikan musim 2012/13 di peringkat tiga belas kasta kedua liga sepakbola profesional di Turki: PTT 1. League.

Sebagai klub yang belum pernah menjuarai Liga Turki, prestasi terbaik Gaziantepspor di liga adalah menduduki peringkat ketiga klasemen pada musim 1999/00 dan 2000/01, klub ini lumayan sering mondar-mandir tampil di kompetisi antar klub Eropa. Dimulai dengan keikutsertaan di Piala Intertoto tahun 1996. Di kompetisi yang akhirnya dijuarai Guingamp, Karlsruher SC, dan Silkeborg IF ini Gaziantepspor tergabung di Grup 10. Pengalaman pertama di kompetisi antar klub Eropa, Gaziantepspor berada di peringkat empat grup dari lima klub di klasemen akhir.

kamil ocak stadium_gaziantepspor.org.tr

Kamil Ocak Stadium – sumber: gaziantepspor.org.tr

Sempat beberapa musim vakum dari kompetisi antar klub Eropa, Gaziantepspor kembali berpartisipasi di musim 2000/01. Kali ini mereka berada di level kompetisi yang lebih baik: UEFA Cup (sekarang: Europa League). Capaian apa yang mereka raih? Dieliminasi Deportivo Alavés pada babak putaran pertama. Musim berikutnya mereka harus merangkak lebih awal dimulai dari babak kualifikasi di kompetisi antar klub Eropa yang sama dengan musim sebelumnya. Lagi-lagi perjalanan Eropa mereka terhenti di babak putaran pertama.

Dua musim kemudian, penampilan mereka di kompetisi antar klub Eropa membenarkan kata pepatah bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik dan juga practice makes perfect.  Mereka sudah tancap gas sejak babak putaran pertama. Hapoel Tel Aviv yang menyingkirkan mereka di kompetisi yang sama dua musim kemarin, kali ini mendapatkan karmanya. Selanjutnya wakil Perancis, RC Lens, mereka libas di dua leg dengan agregat 6-1 pada babak putaran kedua UEFA Cup.

kamil ocak stadium_fys.tff.org

Kamil Ocak Stadium – sumber: fys.tff.org

Peruntungan klub-klub Turki di musim 2003/04 UEFA Cup kali ini dapat dibilang sangat baik. Sampai di babak putaran ketiga, Gaziantepspor ditemani pula oleh: Galatasaray, Beşiktaş, dan Gençlerbirliği. Nama terakhir ini secara meyakinkan menggebuk Parma dengan agregat 4-0. Hal yang cukup unik dialami Galatasaray dan Beşiktaş. Keduanya bertemu wakil Spanyol yang berawalan “V”: Valencia dan Villarreal. Keduanya pun disingkirkan dengan agregat yang sama: 2-5. Namun, keberhasilan Gençlerbirliği yang berhasil menyingkirkan wakil Italia tak diikuti Gaziantepspor. AS Roma memulangkan mereka dengan agregat skor 1-2. Hasil di kompetisi di Eropa musim ini jadi pencapaian terbaik yang pernah mereka raih sejauh ini, bahkan saat mereka kembali bertarung di Europa League di musim 2011/12. Keberhasilan mengalahkan Minsk dengan agregat 6-2 hanya memberikan kebanggaan sesaat bagi para fans mereka, karena Legia Warsaw menghentikan langkah mereka di babak putaran ketiga.

Berbicara mengenai dukungan fans The Falcons, atmosfer yang mereka ciptakan setiap laga kandang sangat luar biasa. Bendera klub dimana-mana plus flare merah menyala selalu menghiasi stadion di kota terpadat ke enam di Turki ini. Populasi penduduk di Gaziantep lebih dari 1,3 juta jiwa. Wilayah ini termasuk salah satu pusat pertanian di Turki dengan hasil utama buah zaitun. Di Gaziantep pula terdapat kawasan industri terorganisir terbesar di Turki. Potensi lain yang cukup berkembang di Gaziantep adalah industri pariwisatanya.

kamil ocak stadium_i.onbesyirmibes.org

Kamil Ocak Stadium – sumber: i.onbesyirmibes.org

Akhir kata, semoga delapan pertandingan, enam pertandingan di babak grup dan dua pertandingan pada babak enam belas besar, FIFA U-20 World Cup yang akan dilangsungkan di stadion ini masih dapat berlangsung meriah meskipun tak satu pun pertandingan babak grup sang tuan rumah berlangsung disini. Ups… tunggu dulu. Bila Turki hanya finish sebagai runner-up grup, artinya tuan rumah akan masuk agenda pertandingan terakhir di stadion ini pada babak enam belas besar yang dijadwalkan akan mempertemukan runner-up Grup C dengan runner-up Grup A. Pertanyaannya kemudian adalah: negara mana yang berpeluang menduduki peringkat kedua di Grup A? Jawabannya: (Tanpa meremehkan kemampuan USA dan Ghana) kalau bukan Gerard Deulofeu dan kawan-kawan, ya… berarti Paul Pogba dan kawan-kawan. (soe)

Post Navigation

%d bloggers like this: